Sinergi Pemdes Rejomulyo dan PT Fortem Build Indonesia, Gelar Training Tukang

Tingkatkan kemampuan tukang lokal, Pemerintah Desa (Pemdes) Rejomulyo berkolaborasi dengan PT Fortem Build Indonesia, gelar kegiatan “Training Tukang” di Gedung BUMDes Rejomulyo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada Jumat (19/6/26).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas untuk meningkatkan keterampilan tukang lokal sekaligus strategi menghadapi tantangan anggaran desa di masa depan.
Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta seperti PT Fortem Build Indonesia sangat krusial. Hal ini berkaitan dengan proyeksi efisiensi anggaran pemerintah pusat ke tingkat desa dalam beberapa tahun ke depan.
“Kegiatan ini adalah wujud sinergitas antara Pemerintah Desa Rejomulyo dan PT Fortem Build Indonesia. Apalagi nanti Dana Desa (DD) diproyeksikan akan berkurang secara drastis dalam lima tahun ke depan, di mana DD bisa berkurang hingga 60 persen. Oleh karena itu, kita perlu bergandengan dengan pihak lain, antara lain dengan Fortem,” ujar Aris Purwanto.

Aris juga menambahkan bahwa kualitas produk Fortem sudah teruji secara langsung di infrastruktur desa mereka. “Apalagi sudah kita buktikan, ada tiga kios yang menggunakan produk Fortem untuk finishing luarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer PT Fortem Build Indonesia, Herry Susanto, menuturkan bahwa pelatihan ini difokuskan pada pengenalan produk inovatif serta transfer teknologi konstruksi kepada para pekerja bangunan.
“Saat ini kita memberikan pelatihan kepada para tukang terkait produk Fortem. Termasuk transfer knowledge pengaplikasian Fortem secara benar agar keunggulan produk kita bisa benar-benar dirasakan, serta membantu proses kerja para tukang dengan hasil yang maksimal,” tutur Herry.
Herry juga mengungkapkan alasan strategis di balik pemilihan BUMDes Rejomulyo sebagai mitra dalam program ini.

“Alasan kita berkolaborasi dengan BUMDes Rejomulyo adalah untuk saling bersinergi antara kami selaku produsen bahan bangunan dan pihak BUMDes selaku penerima manfaat program. Tentunya ini merupakan win-win solution bagi kedua belah pihak,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para tukang di Desa Rejomulyo memiliki daya saing yang lebih tinggi, efisien dalam bekerja, serta mampu menghasilkan bangunan dengan mutu yang jauh lebih berkualitas.(Diskominfo / kontrib.bst / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *