Ratusan Peserta Ikuti Bimbingan Teknis Literasi Informasi di Graha Pusat Literasi Magetan

‎Ratusan peserta mengikuti Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang digelar di Graha Pusat Literasi, Rabu (5/8/26). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan ini diikuti oleh pustakawan, guru, pegiat literasi, mahasiswa, hingga siswa tingkat SLTA sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara bijak di era digital.

‎Bupati Magetan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Drs. Welly Kristianto, M.Si., hadir untuk membuka kegiatan tersebut. Turut hadir pula Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Dra. Endang Ambarwati, M.M., beserta para peserta dari berbagai unsur yang memiliki peran strategis dalam pengembangan budaya literasi.

‎Bimbingan teknis tersebut dilaksanakan melalui tiga kelas dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Kelas pertama diisi oleh Dr. Imam Yuadi, S.Sos., M.MT., Ph.D., pengajar Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP Universitas Airlangga. Kelas kedua menghadirkan Apia Dewi Agustin, S.E., M.Sc., pegiat literasi sekaligus peraih beasiswa jenjang S-1 hingga S-3 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Sementara itu, kelas ketiga diisi oleh Rotmianto Mohamad, seorang pustakawan, penulis, dan pegiat literasi.

‎Melalui materi yang disampaikan di masing-masing kelas, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya literasi informasi dalam menghadapi derasnya arus informasi, kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai sumber informasi, serta pemanfaatan informasi secara akurat dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

‎Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi di Kabupaten Magetan sekaligus meningkatkan kapasitas para peserta agar dapat menjadi agen literasi di lingkungan masing-masing. Dengan meningkatnya kemampuan literasi informasi, masyarakat diharapkan lebih cakap dalam menyaring informasi, terhindar dari misinformasi maupun disinformasi, serta mampu memanfaatkan informasi secara produktif.(Diskominfo:syrl / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *