Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyalakan api di area yang mudah terbakar, Selasa (4/8/26).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan bahwa saat ini terjadi lonjakan kasus kebakaran lahan dengan rincian 21 titik lokasi lahan bambu, 11 lahan tebu, 2 lahan jati, 1 lahan sampah, dan 10 lokasi ladang.
”Memasuki puncak musim kemarau. Sejak bulan Mei hingga Juli, lonjakan kasus kebakaran lahan meningkat secara drastis. Tercatat telah terjadi 45 kejadian kebakaran lahan di Magetan,” katanya.
Ironisnya, selain faktor alam berupa cuaca yang kering dan tiupan angin kencang, lonjakan kasus juga diakibatkan oleh aktivitas masyarakat yang kurang bertanggung jawab.
”Lonjakan ini sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari kebiasaan membakar sampah yang merambat ke lahan, membuang puntung rokok sembarangan, hingga adanya dugaan unsur kesengajaan pembakaran,” jelas Eka.
Menghadapi berbagai kerawanan itu, pihaknya mengambil langkah cepat berupa penyiagaan personel gabungan, patroli terpadu, pengaktifan posko siaga, penyiagaan 30 tandon air berkapasitas 1.200 dan 2.300 liter, serta edukasi langsung kepada masyarakat.
”Menerjunkan personel untuk turun tangan mengedukasi masyarakat terkait larangan pembakaran lahan, sekaligus mengawasi aktivitas warga di kawasan hutan dan wisata alam,” pungkas Kalaksa BPBD Magetan.(Diskominfo / kontrib.jok / fa2 /



