Sebagai wujud langkah nyata dalam mendukung kebijakan penghematan energi, jajaran aparatur pemerintahan di Kecamatan Barat, menggelar aksi berangkat kerja menggunakan sepeda (gowes bareng), pada Jumat pagi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur perangkat kecamatan, kelurahan, hingga kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Barat.
Bukan sekadar hobi atau agenda olahraga Jumat pagi biasa, giat gowes bersama yang melibatkan unsur Kelurahan dan Kecamatan Barat ini merupakan aksi nyata dalam mendukung program pemerintah terkait efisiensi energi dan pengurangan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Acara yang diadakan secara rutin setiap hari Jumat ini menjadi agenda wajib bagi seluruh aparatur sebelum mereka memulai aktivitas kantor.
Camat Barat, Ari Budi menjelaskan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI yang diteruskan oleh Gubernur Jawa Timur serta Bupati Magetan. Fokus utamanya adalah mengampanyekan pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui gaya hidup ramah lingkungan.
Di kesempatan tersebut, Ari Budi memberikan pernyataan langsung terkait esensi dari kegiatan ini:
“Kami mengampanyekan gerakan berangkat kerja bersepeda sebagai wujud dukungan terhadap penghematan BBM. Untuk tahap awal, rute yang kami ambil sengaja yang pendek agar semua kalangan bisa ikut serta. Rencananya, kegiatan ini akan rutin digelar sebulan sekali dengan rute dan titik kumpul yang bervariasi agar tidak membosankan, sekaligus menjadi sarana kita untuk sehat dan kompak bersama.”ujarnya.
Giat gowes ini nyatanya membawa rentetan dampak positif yang lebih luas dari sekadar penghematan BBM. Secara kesehatan fisik, olahraga rutin seperti ini meningkatkan kebugaran ASN, yang secara otomatis menurunkan risiko penyakit dan meningkatkan produktivitas kerja harian.
Tercatat sekitar 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat desa mengikuti kegiatan ini. Tidak hanya dari kalangan birokrasi, sejumlah warga setempat pun tampak antusias bergabung dalam iring-iringan sepeda tersebut.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini menciptakan efek domino sosial. Warga yang melihat pimpinan wilayahnya mengayuh sepeda akan merasa lebih dekat dengan sosok pemimpinnya. Hal ini membangun kepercayaan publik bahwa pemerintah tidak hanya pandai membuat aturan, tapi juga mampu turun langsung memberikan keteladan nyata.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /



