BPBD Magetan Selenggarakan Pelatihan Water Rescue

‎Menolong korban bencana tidak hanya butuh kepedulian dan gerak cepat para penolong. Namun, yang juga sangat penting adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para tim penolong. Masing masing personil dituntut mampu secara individu maupun kerjasama tim ketika melakukan pertolongan atau penanganan bencana. Seperti penanganan ketika terjadi bencana banjir atau kecelakaan air.

‎Kabupaten Magetan sendiri memilki potensi terjadinya bencana air. Seperti di kawasan wisata telaga Sarangan, embung di banyak desa, sungai sungai besar yang melintasi Magetan. Hingga wilayah resiko banjir seperti di kecamatan Kartoharjo. dan wilayah terdampak bencana Hidrometeorologis lainnya.

‎Mendasari hal ini, BPBD Magetan menyelenggarakan Pelatihan Water Rescue selama 2 hari. Tanggal 26 sampai 27 April 2026 bertempat di embung Pendem, Ngariboyo. Diikuti tim  BPBD Magetan, relawan penanggulangan bencana dan Saka Penanggulangan Bencana. Dengan pemateri dari kantor Basarnas Trenggalek. Sedang materi yang diberikan diantaranya, Water Rescue, PPGD  ( Pertolongan Pertama Gawat Darurat)  dan BHD (Bantuan Hidup Dasar). Pelatihan Water Rescue ini sangat penting untuk membekali personel atau relawan dengan kemampuan teknis penyelamatan yang cepat, aman, dan efektif saat terjadi bencana air.  Seperti banjir atau kecelakaan perairan. Tujuannya, untuk meminimalkan risiko cedera atau kematian. Baik bagi korban maupun penolong sendiri. Melalui teknik pertolongan, manajemen risiko, serta penggunaan alat yang benar.

‎Eka Radityo, Kepala BPBD Magetan mengungkapkan, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan siagaan penanganan bencana oleh BPBD maupun para relawan. Namun, saat ini fokus pada materi penyelamatan bencana atau laka air.

‎” Ya, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siagaan bencana. Namun untuk ini kita fokuskan pada materi penyelamatan laka air,” ujarnya.

Eka juga berharap, personil BPBD dan para relawan semakin meningkat pengetahuan dan kemampuannya dalam pertolongan bencana. Sehingga bisa meminimalisir resiko cidera atau kematian, baik penolong maupun korban. Khususnya dalam penanganan bencana air.

‎Disisi lain, meski BPBD menyatakan kesiapannya, Eka menghimbau agar masyarakat juga memiliki kepedulian terhadap upaya pencegahan bencana. Seperti, tidak membuang sampah sembarangan yang menyebabkan terjadi luapan air hingga terjadinya banjir, pungkasnya.(Diskominfo / kontrib.rif / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *