Spektakuler, 6 Dalang Cilik Tampil Memukau di Acara Suran di Sanggar Seni Ngudi Laras  Bogem

‎Upaya pelestarian budaya adiluhung bangsa, khususnya kesenian wayang kulit, terus digalakkan di tataran akar rumput. Sanggar Seni Ngudi Laras yang berlokasi di RT 13/RW 01 Desa Bogem, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, menggelar pagelaran wayang kulit yang luar biasa pada Sabtu (4/7/26). Uniknya, seluruh pertunjukan ini dibawakan oleh enam dalang anak (dalang cilik).

‎Selain sebagai wadah regenerasi dan pelestarian budaya, kegiatan ini juga digelar sebagai pentas sakral dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suro 1448 Hijriah. Acara ini didukung penuh oleh Karawitan Siswo Mudho Laras di bawah naungan Sanggar Seni Karawitan dan Pedalangan Ngudi Laras.

‎Dalam pagelaran kali ini, para dalang cilik tersebut dengan apik membawakan lakon “Sesaji Rojo Suyo”.

‎Aksi panggung keenam dalang cilik ini sukses membuat penonton berdecak kagum. Berikut adalah nama-nama dalang cilik berbakat yang tampil:Ica, Aldo, Rafa, (dalang paling muda, saat ini baru menginjak kelas 2 SD), Abiyas, Brian, dan Arga.

‎Meskipun masih berusia sangat muda,terutama Rafa yang baru duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar,mereka mampu menunjukkan keterampilan mendalang yang cekatan, mulai dari sabetan (gerakan wayang) hingga janturan (narasi) yang tertata rapi.

‎Apresiasi tinggi datang langsung dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Bogem, Tut Wariyani. Ia mengaku sangat bangga melihat antusiasme dan bakat luar biasa yang ditunjukkan oleh anak-anak tersebut.

‎ “Luar biasa kepada Sanggar Seni Ngudi Laras yang sudah melaksanakan pagelaran wayang kulit ini. Apalagi keenam dalangnya adalah anak-anak generasi muda penerus perjuangan kebudayaan bangsa. Mudah-mudahan para dalang cilik ini nantinya akan ada yang menjadi dalang kondang kelak di kemudian hari,” ungkap Tut Wariyani dengan penuh harap.

‎Acara yang berlangsung meriah ini diharapkan dapat memantik semangat anak-anak lain di Kabupaten Magetan untuk tetap mencintai dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia di tengah gempuran era digital.(Diskominfo / kontrib.bst / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *