Sinergi lintas generasi kembali memantik semangat literasi di Kabupaten Magetan. Forum Mahasiswa dan Alumni Mahasiswa Magetan berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan sukses menggelar kegiatan talkshow inspiratif pada Sabtu (15/8/26).
Berlangsung di Gedung Literasi Plaosan, acara yang mengusung tema “Bumi Mageti Berkisah: Literasi Berbasis Budaya di Era Digital” ini menghadirkan novelis sekaligus sastrawan kenamaan asal Magetan, Okky Madasari, sebagai narasumber utama. Kehadiran penulis peraih Kusala Sastra Khatulistiwa tersebut menyedot perhatian puluhan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pegiat literasi lokal.
Lewat tema “Bumi Mageti Berkisah: Literasi Berbasis Budaya di Era Digital”, kegiatan ini mengajak generasi muda untuk menggali kembali kisah, sejarah, serta kearifan lokal Magetan dan mengemasnya menggunakan teknologi modern.
Dalam pemaparannya, Okky Madasari membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai pentingnya peran generasi muda sebagai penutur cerita (storyteller) bagi daerahnya sendiri. Menurutnya, era digital memberikan ruang tanpa batas bagi pemuda Magetan untuk mendokumentasikan serta mempublikasikan kekayaan budaya Bumi Mageti ke khalayak luas.
”Bumi Mageti memiliki begitu banyak kisah dan nilai budaya yang luar biasa. Melalui literasi digital, anak-anak muda Magetan harus mengambil peran aktif untuk menceritakan kembali kekayaan lokal tersebut secara kritis, kreatif, dan relevan dengan zaman,” urai Okky Madasari di hadapan para peserta.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Endang Ambarwati, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi Forum Mahasiswa dan Alumni Magetan yang berhasil menghadirkan figur inspiratif tingkat nasional asal Magetan.
Langkah kolaboratif ini dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan Gedung Literasi Plaosan sebagai pusat kegiatan edukasi, budaya, dan kreativitas pemuda. Pihak dinas berharap konsep “Bumi Mageti Berkisah” dapat melahirkan gerakan berkelanjutan, seperti digitalisasi cerita rakyat, penulisan sejarah lokal, hingga penciptaan karya sastra berbasis kearifan daerah.
Ia menegaskan bahwa pihak dinas terus mengoptimalkan fasilitas publik seperti Gedung Literasi Plaosan agar menjadi ruang kreatif yang terbuka luas bagi pemuda dan masyarakat umum.
”Kami sangat mengapresiasi semangat para mahasiswa dan alumni Magetan yang peduli pada pengembangan literasi daerah. Gedung Literasi Plaosan ini memang didedikasikan sebagai tempat berkumpulnya ide, gagasan, dan kegiatan positif seperti ini,” tegas Endang Ambarwati.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan literasi berbasis budaya sangat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga identitas lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
”Literasi digital bukan berarti melupakan sejarah dan budaya kita. Justru melalui kolaborasi dan pemanfaatan media digital ini, kita ingin cerita rakyat, sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal Magetan makin dikenal luas serta diwariskan dengan cara yang adaptif bagi generasi muda,” imbuhnya.
Antusiasme peserta tampak di sepanjang sesi diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan Okky Madasari mengenai kepenulisan, strategi menghadapi era digital, hingga tantangan menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Melalui suksesnya acara ini, Forum Mahasiswa dan Alumni Magetan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang-ruang edukatif demi mencetak SDM Magetan yang berwawasan luas, berbudaya, serta cakap digital.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /


