Dengan tema ‘Pengembangan Kawasan Dan Pemberdayaan Ekonomi’, acara dihadiri Pimpinan 1 BPK RI, Menparekraf, Wagub Jawa Timur, Sesmenko, Sekjen Kemensos, Sekda Prov. Jatim, Bupati Magetan dan Bupati/Walikota se PAWITANDIROGO, Forkopimda Prov. Jatim, Wakil Bupati sewilayah PAWITANDIROGO yang digelar di Ballrom Grand Mercure Hotel Madiun, Jumat (21/8/2026).
Ketua Umum PAWITANDIROGO Susiwijono Moegiarso mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensuport. Acara ini adalah acara tahunan, yang diselenggarakan selama 3 hari. Seluruh kepala daerah dan jajaran sudah menunggu event tahunan ini untuk menjadikan guyub rukun dan menyatukan program-program pembangunan dilingkup PAWITANDIROGO.
Plt. Walikota Madiun Bagus Panuntun, “Pawitandirogo ini ada 5 kabupaten dan 1 kota, tentunya Kota Madiun ini kebetulan di tengah-tengah dan yang paling muda secara geografisnya, Madiun sebagai kota yang bisa menjadi simbol untuk 5 Kab baik dari segi perekonomian, dan SDM nya,” jelasnya.
“Kota Madiun tidak akan berkembang kalau tidak ada saudara di lingkup PAWITANDIROGO,” ujarnya.
Pimpinan 1 BPK RI sekaligus pembina PAWITANDIROGO, Nyoman Adhi Suradnyana mengatakan, “Saat ini kita harus memulai pembangunan, dan ini harus ada sinergi dari pusat dan daerah, dan juga dari daerah ke daerah,” tegasnya. “Masyarakat PAWITANDIROGO ini adalah masyarakat yang hebat, idenya banyak dan pertumbuhan ekonominya diatas rata-rata daerah lainya,” imbuhnya.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, berterima kasih kepada PAWITANDIROGO yang menjadi agenda rutin yang diselenggarakan di Madiun Raya. “Memang sinergi ini sangat penting baik antar pemerintah dan masyarakat serta pusat dengan daerah,” jelasnya.
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa kolaborasi sangat penting, maka PAWITANDIROGO ini adalah tempatnya, dimana 5 kabupaten dan 1 kota dapat menjalin sinergitas untuk saling melengkapi dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Kementerian Ekraf memiliki program flagship Ekraf transformational strategy, yaitu aktivasi desa kreatif dimana pengembangan desa/kelurahan sebagai pusat ekonomi kreatif, Aktivasi Creative Hub yaitu pengembangan talenta dan kewirausahaan kreatif, creative by Indonesia adalah akselerasi IP lokal (local heroes go national) dan national champions go global, bantuan pemerintah dengan dukungan sarana produksi kreatif kepada pelaku/komunitas ekraf, penguatan kelembagaan dan perluasan akses pasar global.(Diskominfo / pb.wan / dok.cup / IKP1)






