Sambut Meledaknya Pesona Tabebuya, DLH Magetan Bidik Perluasan Spot Hijau Baru

‎

‎Suasana musim semi ala Negeri Sakura kini tengah dinikmati warga Magetan dan sekitarnya. Pohon tabebuya yang dijuluki sebagai “Sakura Tropis” mendadak viral di media sosial setelah bermekaran dengan lebat, mengubah sejumlah ruas jalan dan sudut kota menjadi hamparan warna-warni yang memukau.

‎

‎Fenomena tahunan ini sukses menyedot perhatian masyarakat. Sejak pagi hingga sore hari, berbagai titik yang menjadi pusat mekarnya bunga tabebuya tampak dipadati pengunjung yang antusias berburu foto estetik demi konten media sosial mereka. Salah satu pengunjung, Eni Sulistyowati (40), rela jauh-jauh dari Nganjuk bersama tiga orang temannya datang ke Candirejo hanya untuk berfoto dan membuat konten di bawah pohon tabebuya ini.

‎” Saya tadi pagi nyampe sini dengan 3 teman saya, soalnya liat di medsos keliatannya bagus banget bunganya seperti ada di Jepang ” katanya.

‎

‎Bagi para pemburu konten dan swafoto, keindahan bunga tabebuya di Magetan dapat dinikmati di tiga lokasi utama yang sedang hits, yakni kawasan sekitar Alun-Alun Magetan dengan lanskap trotoar berserakan bunga yang romantis, sebelah timur GOR Ki Mageti yang menawarkan kanopi alami bergaya street photography, serta Dusun Gedangan (Kecamatan Candirejo) yang menyuguhkan latar pemandangan alam pedesaan yang asri.

‎

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, saat ditemui di Gedung DPRD, Selasa (3/11/2026), menyampaikan bahwa pengembangan tanaman tabebuya merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong penghijauan dan penataan lingkungan kota, termasuk pemilihan tanaman yang memiliki nilai estetika tinggi.

‎”Selain memperindah kota, penghijauan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kenyamanan ruang publik. Bunga Tabebuya yang bermekaran di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Magetan ini menjadi pemandangan yang indah dan menambah daya tarik wajah kota. Ini merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan perkotaan yang hijau, asri, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Kepala DLH Magetan, Saif Muchlisun.

‎

‎Pihaknya menegaskan, pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada keindahan visual semata, melainkan juga memperhatikan fungsi ekologis secara menyeluruh. “Kami ingin Magetan semakin hijau, indah, dan nyaman tanpa mengabaikan fungsi ekologis tanaman,” tambahnya.

‎

‎Tidak hanya mempercantik tata kota, fenomena musiman ini juga dinilai menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat lokal.

‎”Kami melihat mekarnya bunga Tabebuya memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata musiman. Fenomena ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. Harapannya, keindahan lingkungan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” jelas Saif Muchlisun.

‎

‎Ia juga menegaskan bahwa upaya penghijauan ini bermuara pada pembangunan daerah yang berkesinambungan. “Pada akhirnya, penghijauan bukan hanya tentang mempercantik kota, tetapi juga membangun lingkungan yang sehat, lestari, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Magetan Maju, Sehat, Nyaman, dan Berkelanjutan.”

‎

‎Saat dikonfirmasi mengenai apakah ada rencana untuk menambah spot baru penanaman pohon tabebuya di wilayah Magetan, Saif Muchlisun membenarkan hal tersebut. Salah satu lokasi penambahan yang disiapkan adalah jalur twin road Tinap–Sukomoro. Namun, ia menyayangkan kendala ketidaktahuan warga yang justru menghambat potensi keindahan spot baru tersebut.

‎”Sebenarnya  di spot twin road Tinap Sukomoro sudah kami tanami beberapa waktu yang lalu. . Sekarang sebenarnya waktunya berbunga yang sangat indah begitu. Tapi sayang karena ketidaktahuan masyarakat, daunnya sempat dipotong diambil untuk makan ternak,” ungkap Saif Muchlisun dengan nada prihatin.

‎

‎Meski demikian, pihak DLH Magetan terus berkomitmen untuk memperluas penanaman pohon estetis ini di berbagai wilayah potensi lainnya.

‎”Rencana penambahan tanaman Tabebuya ke depan, penanaman pohon penghias jalan akan terus menjadi perhatian kami dengan mempertimbangkan kesesuaian lokasi, ketersediaan ruang, kondisi lingkungan, serta aspek keselamatan dan pemeliharaan,” terangnya.

‎

‎Pihak DLH berharap masyarakat dapat bersama-sama mendukung upaya ini dengan saling merawat dan menjaga fasilitas publik, sehingga impian menyulap lebih banyak sudut Magetan menjadi seasri dan seindah kota bunga dapat terwujud secara optimal.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *