Refreshing, Dam Jejeruk Magetan Jadi Hidden Gem Saat Kemarau

‎Tak perlu jauh-jauh mencari tempat wisata untuk mengusir panasnya musim kemarau. Di Kabupaten Magetan, ada satu lokasi yang mulai dilirik warga untuk menikmati kesegaran alam tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Namanya Dam Jejeruk, kawasan aliran Kali Gandong di Desa Candirejo. Saat musim kemarau seperti sekarang, lokasi tersebut justru menghadirkan pemandangan berbeda dan menjadi semacam hidden gem wisata alam bagi warga sekitar.

Debit air sungai yang menyusut membuat bebatuan berukuran besar di dasar sungai bermunculan. Kondisi tersebut justru mempercantik suasana dan menciptakan sejumlah spot alami untuk duduk santai, bermain air, hingga berswafoto.

‎Di tengah cuaca Magetan yang terasa panas, aliran air Kali Gandong yang masih jernih menjadi daya tarik tersendiri. Udara di kawasan tersebut juga terasa lebih sejuk, terlebih lokasi Dam Jejeruk berada di kawasan yang masih memiliki nuansa alami khas lereng Gunung Lawu.

‎Sejumlah anak dan remaja terlihat menikmati waktu libur dengan bermain di aliran sungai. Mereka berjalan di antara bebatuan, mencelupkan kaki ke air, hingga duduk santai bersama teman-temannya.

‎Bagi mereka, sungai bukan sekadar tempat bermain air. Dam Jejeruk menjadi alternatif wisata murah untuk mengisi liburan tanpa harus bepergian jauh.

‎Salah satunya Bisma. Ia datang bersama teman-temannya untuk menikmati suasana sungai sekaligus bermain di alam.

‎Menurutnya, aktivitas tersebut lebih menyenangkan karena bisa dilakukan bersama teman-teman. Selain itu, bermain di alam juga menjadi cara untuk mengurangi waktu bermain gawai.

‎“Di sini seru, bisa bermain sama teman-teman dan melihat alam. Daripada main HP terus,” ujar Bisma, Minggu (9/8/26).

‎Fita, warga yang juga datang ke Dam Jejeruk, menilai kondisi sungai saat kemarau justru membuat pemandangan semakin menarik.

‎Bebatuan besar yang muncul dari dasar sungai menjadi latar alami untuk berfoto. Ditambah air yang masih jernih, suasana Dam Jejeruk terasa berbeda dibanding saat debit air tinggi.

‎“Kalau musim kemarau seperti ini kelihatan bagus. Banyak batu yang muncul, bisa untuk foto-foto,” kata Fita.

‎Hal serupa disampaikan Natasa. Menurutnya, Dam Jejeruk bisa menjadi pilihan wisata sederhana bagi warga yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

‎“Lebih efektif, tidak harus pergi jauh dan mengeluarkan banyak biaya,” ujarnya.

‎Keberadaan Dam Jejeruk menunjukkan bahwa Magetan memiliki potensi wisata alam yang tidak selalu harus berupa destinasi dengan fasilitas lengkap. Aliran sungai, bebatuan alami, dan suasana sejuk sudah cukup menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin mencari tempat untuk bersantai.

‎Apalagi saat kemarau, ketika debit air menyusut dan bebatuan sungai bermunculan. Kondisi tersebut justru memberikan wajah berbeda bagi Dam Jejeruk dan membuatnya semakin menarik untuk dijelajahi.

‎Jika dikelola dengan baik, kawasan Dam Jejeruk berpotensi dikembangkan menjadi wisata alam berbasis sungai yang murah, ramah keluarga, dan tetap mempertahankan karakter alaminya.

‎Namun, keseruan bermain di sungai tetap harus diimbangi dengan kewaspadaan. Warga, khususnya anak-anak, perlu berada dalam pengawasan orang dewasa.

‎Sebab, meski cuaca di lokasi terlihat cerah, debit sungai bisa berubah sewaktu-waktu apabila hujan turun di kawasan hulu.

‎Untuk saat ini, Dam Jejeruk menjadi salah satu pilihan sederhana warga Magetan untuk menikmati kemarau. Tak perlu tiket mahal, tak perlu perjalanan jauh. Cukup datang, menikmati aliran sungai, bermain bersama teman, dan merasakan kesejukan alam.

‎Dam Jejeruk mungkin belum banyak dikenal sebagai destinasi wisata. Namun, justru di situlah pesonanya sebagai hidden gem Magetan saat musim kemarau. .(Diskominfo / kontrib.nto / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *