Rawat Benahi Jalan Parang–Sayutan, DPUPR Pastikan Mobilitas Warga Perbatasan Bakal Makin Lancar

‎Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan melalui program pemeliharaan berkala.

‎Salah satu ruas yang saat ini menjadi sasaran penanganan adalah Jalan Parang–Sayutan, yang merupakan jalur penghubung penting menuju wilayah perbatasan Kabupaten Ponorogo.

‎Proyek pemeliharaan tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan

‎Perawatan dan perbaikan yang dilaksanakan meliputi pembangunan bahu jalan menggunakan konstruksi beton di sisi kanan dan kiri jalan. Selanjutnya, ruas sepanjang kurang lebih 1.400 meter tersebut akan dilapisi aspal hotmix agar memiliki permukaan yang lebih kuat, rata, dan nyaman dilalui masyarakat.

‎Lokasi pekerjaan berada di ujung Desa Sayutan, Kecamatan Parang, yang berbatasan langsung dengan Desa Pohijo, Kabupaten Ponorogo. Ruas jalan ini menjadi akses strategis yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, perdagangan, hingga distribusi hasil pertanian.

‎Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Magetan, Hariyanto, S.T., mengatakan bahwa pemeliharaan berkala ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kondisi jalan kabupaten agar tetap mantap dan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

‎”Peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya, Senin (10/8/26).

‎Di sisi lain, pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Andriyanto, salah seorang warga Parang, mengaku bangga karena ruas Jalan Parang–Sayutan akhirnya mendapatkan penanganan.

‎Ia berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang berkualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Menurutnya, jalan yang lebih baik akan mendukung aktivitas ekonomi warga sekaligus memperlancar akses menuju wilayah perbatasan Magetan–Ponorogo.

‎Selain itu, konektivitas antarwilayah juga diharapkan semakin baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.(Diskominfo / kontrib.dr / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *