Optimalkan Peran Pelopor, TP-PKK dan Dinas PPKB-PPPA Magetan Jalin Kolaborasi Gerakkan Forum Anak ke Desa

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Magetan selaku Pembina Forum Anak resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan PPPA) Kabupaten Magetan. Sinergi ini dibentuk untuk mengoptimalkan peran Forum Anak dan Kader Anak sebagai agen perubahan nyata di tengah masyarakat, sekaligus mengubah pola pembinaan normatif yang selama ini dinilai terlalu bersifat formalitas.

Ketua TP-PKK Kabupaten Magetan, Arini Handayani, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa Forum Anak dibentuk berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dengan mengemban dua peran utama, yakni sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Kendati demikian, ia menekankan perlunya pergeseran fokus program dari kegiatan seremonial di dalam ruangan menuju aksi aplikatif di lapangan.

“Kami ingin program pembinaan ini bersifat aplikatif. Selama ini, pola pembinaan kerap terjebak dari seminar ke seminar atau pelatihan ke pelatihan di dalam ruangan, yang efektivitasnya kurang optimal setelah kegiatan selesai. Karena itu, anak-anak ini akan kita optimalkan peran eksekusinya sebagai pelopor langsung di masyarakat,” ujar Arini, Rabu (19/6/26).

Mengenai fungsi sebagai pelapor, Arini menilai aspek tersebut saat ini sudah berjalan dengan baik berkat pemanfaatan teknologi komunikasi dan media sosial oleh generasi muda. Anggota Forum Anak dapat melaporkan berbagai indikasi penyimpangan atau permasalahan remaja di lingkungannya dengan mudah tanpa harus menempuh jalur birokrasi yang kaku.

Oleh karena itu, fokus utama kolaborasi kali ini diarahkan pada penguatan fungsi pelopor. Terlebih, para anggota Forum Anak dan Kader Anak Magetan ini bergabung atas inisiatif dan kesadaran mandiri, bukan karena penunjukan secara paksa. Potensi dan idealisme besar inilah yang dinilai perlu disalurkan melalui kegiatan konkret di tingkat akar rumput.

“PKK memiliki struktur yang merata di seluruh kecamatan hingga desa, namun selama ini belum dilibatkan secara maksimal dalam program Forum Anak. Melalui sinergi ini, PKK hadir sebagai motor penggerak. Keterbatasan jangkauan dinas terkait kendala anggaran kini dapat teratasi melalui aksi bersama,” tambahnya.

Program kerja perdana direncanakan mulai berjalan pada momentum libur sekolah mendatang. TP-PKK dan Dinas PPKB-PPPA Magetan menjadwalkan penentuan titik-titik lokasi sasaran di wilayah pedesaan pada awal pekan, sebelum menggerakkan para kader anak untuk turun langsung ke lapangan pada minggu berikutnya.

Program aplikatif ini dirancang untuk memicu partisipasi aktif dari warga sekitar serta memotivasi pemerintah desa setempat agar lebih responsif terhadap kegiatan kepemudaan. Langkah strategis ini juga telah mendapatkan dukungan penuh dari internal PKK, termasuk jajaran Pokja 1 yang dikoordinatori oleh Ihsanudin, perwakilan dari Kantor Kemenag Magetan.

Semangat independen dan keinginan untuk membawa dampak positif ini diamini oleh para anggota yang sebagian besar berasal dari sekolah menengah pertama yang tergabung dalam wadah tersebut. Perwakilan peserta menegaskan bahwa motivasi utama mereka adalah memberikan kontribusi aktif demi pemenuhan hak-hak anak secara merata di Kabupaten Magetan.

“Awalnya kami memang ingin bergabung menjadi bagian dari Forum Anak (Forpana). Melalui wadah ini, kami bisa bergerak sebagai Kader Anak untuk bersama-sama memberikan pengetahuan tentang hak-hak anak di sekitar kita. Kami ingin menjadi agen perubahan dan pelopor yang aktif,” ungkap Az’zahra Shofia Salsabilla dan Kamila Fauziah Hasna dari SMP 1 Magetan, peserta Forum Anak di sela-sela kegiatan.

Arini Handayani berharap, gerakan berbasis gotong royong ini dapat memberikan dampak domino yang positif bagi lingkungan sekitar melalui metode edukasi sosial informal.

“Target utamanya adalah hasil nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat, meskipun dimulai dari hal-hal sederhana seperti aksi kebersihan di masjid-masjid desa. Melalui semangat ‘getok tular’ atau penyebaran pengaruh positif dari satu desa ke desa lain, kami optimistis gerakan ini mampu melahirkan agen perubahan yang konsisten di Kabupaten Magetan,” pungkas Arini. (Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *