Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Tladan: Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah, Juga Jadi Pusat Solusi Ekonomi dan Sosial

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Desa Tladan, Kecamatan Kawedanan, lakukan berbagai inovasi program yang diusung oleh jajaran takmirnya. Diutarakan oleh takmir masjid, Nurrohman, saat digelar Safari Ramadhan, Nurrohman menyatakan berjalan selama 6 tahun, pengelolan dan takmir masjid ini tidak hanya memfungsikan masjid sebagai tempat salat, tetapi telah mentransformasikannya menjadi pusat pemberdayaan umat melalui berbagai program sosial, ekonomi, hingga pendidikan.

​Salah satu terobosan yang dilakukan untuk masyarakat sekitar adalah program dukungan terhadap UMKM di sekitar masjid. Takmir masjid  memberikan bantuan berupa gerobak beserta kelengkapannya bagi warga sekitar untuk mengembangkan usaha.

​Tak hanya itu, kepedulian sosial masjid ini juga diwujudkan melalui:

​Penyaluran Sembako Rutin: Paket bahan pokok yang dibagikan setiap bulan bagi warga kurang mampu di lingkungan sekitar, ​Jumat Berkah, Santunan Anak Yatim: Program rutin untuk memastikan kesejahteraan anak-anak yatim di wilayah Desa Tladan.

Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an di bidang pendidikan religi, program Tahsina Qur’an menjadi unggulan. Menariknya, program ini menyasar para orang tua (lansia) untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an. Dari dua kali seminggu dilaksanakan belajar mengajar Al Quran, hasilnya cukup mencengangkan; dalam waktu enam bulan, program ini berhasil membimbing 20 jamaah dari nol hingga lancar membaca Al-Qur’an. .

​Selain itu, kegiatan Istighosah rutin di Jumat Legi juga terus dijalankan sebagai sarana penguatan spiritualitas warga. Meski demikian, pihak takmir mengakui bahwa program Madrasah Diniyah (Madin) saat ini masih dalam tahap perencanaan dan belum berjalan sepenuhnya.

​Bagi para pelancong yang melintasi wilayah Kawedanan, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq bisa menjadi tempat singgah favorit. Masjid ini mempunyai program Masjid Ramah Musafir dengan menyediakan: Fasilitas istirahat berupa kasur yang layak dan penyediaan konsumsi bagi para musafir yang singgah.

Dengan deretan program inovatif ini, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Desa Tladan diharapkan bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Kabupaten Magetan dalam mengelola dana umat untuk kemaslahatan yang lebih luas.(Diskominfo / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *