Tawanganom Ekraf Festival 2026 kembali digelar salah satu rangkaian yang menyedot animo masyarakat sekitar ialah dilombakannya berbagai macam Kreasi Kitiran.
Lurah Tawanganom, Safaat Setia Romandon, S.STP., menyebut Kreasi Kitiran sebagai icon berbeda dari dua tahun sebelumnya dimana pada Ekraf 1 dan 2 adalah batik nawangsari batik Tawanganom.
“Tahun ini kita rubah icon Ekraf idenya berasal dari Bank sampah RT sebanyak 55 Bank sampah di Kelurahan Tawanganom dengan kreasi lomba Kitiran dengan menggunakan bahan daur ulang sampah,” terangnya.
Ibarat kata sambil menyelam minum air, kreasi Ekraf melalui lomba kitiran dengan bahan daur ulang merupakan sebuah upaya untuk mengurangi sampah, seperti botol bekas dan barang berbahan plastik lainnya.
Ketua Panitia, Bibit Suwito, menyebutkan bahwa terdapat dua kategori pemenang dalam perlombaan ini, yakni kategori RT sebanyak 3 juara dan kategori umum sebanyak 3 juara.
“Peserta lomba kreasi kitiran ini diikuti oleh 63 peserta dari tingkat RT dan 18 peserta dari kategori umum” terangnya.
Beragam kitiran dengan desain unik dan warna-warni tampak berjejer di area perlombaan di bawah terik matahari telah dinilai Dewan Juri dari unsur DESIMA, DLH, ASOPSI Kabupaten Magetan di Lapangan Kebaran pada Sabtu, (26/09).(Diskominfo:ay / IKP1)

