Inovasi Ketahanan Pangan: Dua BUM Desa di Maospati Sukses Gelar Panen Perdana

‎Dua Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kecamatan Maospati sukses menunjukkan capaian keberhasilan dalam sektor ketahanan pangan. Adalah BUM Desa Gulun Sejahtera (Desa Gulun) berhasil melaksanakan panen perdana budidaya ikan nila, sementara BUM Desa Gambir Sawit (Desa Klagengambiran)  menggelar panen raya bawang merah hasil revitalisasi lahan.

‎Kedua program ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan Peraturan Menteri Desa terkait Prioritas Penggunaan Dana Desa yang memprioritaskan ketahanan pangan nasional. Keberhasilan kedua desa ini dicapai melalui strategi yang berbeda, yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

‎Desa Gulun yang sebagai sentra industri genteng mulai membangun ekosistem pangan berbasis masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga untuk budidaya ikan nila, sayuran, dan buah. Tujuannya adalah untuk mengubah pekarangan menjadi ruang produktif penopang pangan keluarga, sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan.

‎Sementara itu, strategi revitalisasi lahan pertanian Desa Klagengambiran melakukan transformasi pola tanam. Lahan yang semula didominasi tanaman tebu (panen satu kali setahun) kini diubah menjadi lahan bawang merah yang produktif hingga 3-4 kali panen dalam setahun, sehingga mendongkrak nilai ekonomi lahan secara signifikan.

‎Camat Maospati, Verawati Setyoningrum, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ini. Menurutnya, ketahanan pangan akan jauh lebih kuat jika dibangun dari desa melalui keterlibatan aktif masyarakat dan pengelolaan potensi lokal secara profesional.

‎”BUM Desa tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat,” ujar Verawati.

‎Harapan kedepan bagi Kecamatan Maospati, keberhasilan Desa Gulun dan Desa Klagengambiran ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk terus berinovasi, baik di sektor pertanian, perikanan, peternakan, maupun pemanfaatan pekarangan, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.(Diskominfo / kontrib.bay / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *