Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar kegiatan Haul Syuhada Monumen Soco dan Korban PKI 1948–1965 sekaligus Silaturahim Ulama, Kyai, Santri, dan Masyarakat Anti Komunis bertajuk “Ngaji Kebangsaan” yang bertempat di Monumen Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Rabu (30/9/26).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengiriman tahlil dan doa bersama untuk para korban keganasan pemberontakan PKI tahun 1948. Pembacaan tahlil dipimpin langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Cokrokertopati Takeran, Kyai Zuhdi Tafsir, S.Ag. Sebelum memimpin doa, Kyai Zuhdi memberikan tausiyah dan nasehat kebangsaan agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan neo-PKI dan bahaya ideologi komunisme.
Dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kab. Magetan, Welly Kristanto, Bupati Nanik
menyampaikan bahwa Monumen Soco menjadi saksi bisu dari tragedi berdarah perjalanan sejarah bangsa, tempat puluhan nyawa putra-putri terbaik merenggut secara tragis dalam pergolakan politik masa lalu.
”Hari ini kita hadir bukan sekadar untuk mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga untuk mendoakan para korban dan mengambil pelajaran berharga dari sejarah. Pengorbanan para pendahulu harus menjadi warisan yang menghidupkan semangat kebangsaan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI,” pesan Nanik kepada para jamaah.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa Madiun 1948 dan kudeta 1965 untuk belajar tentang bahaya perpecahan dan pentingnya kesadaran berbangsa serta bernegara. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, ulama, dan santri untuk terus merawat persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(Diskominfo/fa2)


