Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus bergerak masif dalam menekan angka stunting. Salah satu langkah taktis yang digencarkan adalah melalui Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Balai Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jumat (22/5/26).
Kepala Disnakkan Kabupaten Magetan, drh. Nur Haryani, menegaskan bahwa dinas berkomitmen penuh untuk mendongkrak indeks konsumsi ikan masyarakat Magetan. Kampanye ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang krusial untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.
“Kami di Disnakkan terus berupaya meningkatkan indeks konsumsi ikan masyarakat melalui berbagai program edukasi, sosialisasi, dan kampanye Gemarikan di berbagai wilayah. Konsumsi ikan secara rutin adalah langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus mencegah stunting,” ujar drh. Nur Haryani.
Upaya Disnakkan Magetan ini mendapat dukungan kuat dari legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IV DPR RI Riyono dan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Magetan H. Nur Wahyudi, serta jajaran Forkopimca Plaosan dan warga setempat.
Anggota Komisi C DPRD Magetan tersebut, mengapresiasi langkah progresif Disnakkan. Ia menyatakan siap mengawal program peningkatan gizi ini agar bisa menjangkau seluruh wilayah Magetan secara berkelanjutan.
“Gemar makan ikan bukan hanya tentang pola konsumsi, tetapi juga investasi kesehatan generasi masa depan. Kami di DPRD tentu mendukung penuh program-program Disnakkan yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting,” ungkap Wahyudi.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, menambahkan bahwa program Gemarikan yang dijalankan Disnakkan ini menjadi bagian dari langkah strategis ketahanan pangan nasional berbasis protein hewani. Kandungan omega-3 dan gizi tinggi pada ikan sangat relevan untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Magetan.
Lebih lanjut, Riyono menegaskan pentingnya intervensi program seperti ini dari tingkat pusat hingga ke desa-desa.
“Potensi perikanan kita harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Kami di DPR RI terus mendorong agar program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi ini mendapatkan alokasi dan perhatian serius. Menyiapkan generasi emas Magetan harus dimulai dari meja makan, dengan memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan protein terbaik dari ikan,” tegas Riyono.
Merespons dukungan tersebut, drh. Nur Haryani kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga di Desa Ngancar, untuk mulai membiasakan ikan sebagai menu wajib sehari-hari.
Ikan itu selain bergizi tinggi juga sangat baik untuk pertumbuhan anak. ” Melalui Safari Gemarikan ini, kami berharap kesadaran masyarakat meningkat, sehingga target Magetan bebas stunting dan terciptanya generasi berkualitas dapat segera terwujud,” pungkasnya.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /


