Pemerintah Kabupaten Magetan mengevaluasi pelaksanaan Bulan Periksa Mata (Bursa Mata) Kabupaten Magetan 2026 di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Kamis (27/8/26). Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara optimal.
Mengusung moto “Kurangi Kemiskinan, Jaga Penglihatan”, Pemkab Magetan mendorong sinergi lintas sektor dalam menjaga kesehatan mata anak. Upaya tersebut dinilai penting karena gangguan penglihatan yang tidak ditangani dapat memengaruhi aktivitas dan proses belajar anak.
Rapat evaluasi dihadiri Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, Kabag Kesra, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Magetan, Ketua Yayasan Paramitra Magetan, Direktur RSUD Sayyidiman Magetan, serta kepala OPD dan camat se-Kabupaten Magetan.
Perwakilan Kecamatan Barat, Ari Budi, S.STP., M.Si., melaporkan pelaksanaan program “Barat Cling”. Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan 300 anak sekolah mengalami gangguan mata. Sebanyak 243 anak telah mendapatkan penanganan melalui Puskesmas Rejomulyo, sedangkan 57 anak lainnya belum tertangani dan akan menjalani CKG ulang pada 2026.
Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, dr. Renny Kurniawaty, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil CKG 2025 terdapat 3.099 anak yang mengalami gangguan kesehatan mata. Sebanyak 1.397 anak telah menjalani pemeriksaan sebelum Bursa Mata, sedangkan pada pelaksanaan Bursa Mata periode 22 Juni–10 Juli 2026 terdapat 1.064 anak yang diperiksa. Dengan demikian, masih terdapat 635 anak yang belum melaksanakan pemeriksaan mata.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menekankan agar persoalan gangguan penglihatan pada anak tidak hanya berhenti pada pendataan. “Jangan sampai kita hanya datang, mancatat, tanpa mengetahui makna dari permasalahan mata ini,” ungkap Wakil Bupati Magetan.
“Saya berpesan untuk Dikpora, Dinas Kesehatan, Kemenag, Para Camat serta leading sector benar-benar memonitoring anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan mata. Sehingga 635 anak yang belum melakukan pemeriksaan mata, dapat tertangani dengan baik. Hingga dapat mencapai target 100% di tahun ini,” pesan Suyatni Priasmoro.(Diskominfo:okt / fa2 /







