Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan lakukan upaya intervensi untuk bantu penyerapan produksi telur di Kabupaten Magetan, Rabu (6/5/26).
Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, mengatakan pihaknya saat ini telah memutuskan sejumlah langkah inisiasi untuk menyerap produksi telur di Magetan seperti gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli telur.
” Mungkin itu yang kita usulkan, nanti kan tindak lanjutnya tergantung Pemda ya. Karena ada program MBG misalnya menu bisa untuk telur yang semula satu kali dalam seminggu mungkin bisa diperbanyak volumenya, gerak-gerak lain termasuk ASN membeli telur ataupun gerak makan telur bersama dan lain-lain.” jelasnya, Rabu (6/5/26).
Dijelaskan Nur Haryani, langkah ini untuk membantu peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan yang tengah menghadapi kelebihan stok produk telur akibat surplusnya produksi.
” Kita Magetan Alhamdulillah telur kita surplus, dari produksi kita di kisaran 81 ton. 40% untuk mencukupi kebutuhan di dalam Magetan yang 60% itu keluar.” jelasnya.
Selain langkah intervensi langsung, Disnakkan Magetan juga akan segera berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah pusat untuk membantu nasib para peternak ayam petelur di Magetan atas dampak penurunan harga telur akibat kelebihan stok produksi.
” Harga turun sudah mekanisme pasar, bukan wewenang dan ranah kita untuk kesana, terlalu jauh kalau masuk ke mekanisme pasar. Yang bisa kita lakukan ya bagaimana upaya kita lebih ke membantu serapan mereka, terus yang jelas kita akan menginformasikan kondisi di bawah ini ke atas baik ke provinsi maupun pusat.” pungkas Kadisnakkan Magetan.(Diskominfo / kontrib.jok / fa2 /

