Pemerintah Kabupaten Magetan terus menunjukkan taringnya dalam inovasi pelayanan publik berbasis digital. Kali ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Dinas Kominfo Magetan sukses menggeliatkan semangat demokrasi modern lewat Sosialisasi dan Simulasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2027 menggunakan sistem E-Voting.
Bertempat di Kecamatan Takeran, tepatnya di Balai Desa Kerang dan Balai Desa Jomblang pada Rabu (14/10) kegiatan ini sukses menyedot perhatian publik. Jajaran instansi terkait, perangkat desa, hingga masyarakat tampak tumpah ruah dan antusias menjajal langsung bilik suara digital tersebut.
Di balik antusiasme tersebut, isu keamanan tentu menjadi sorotan utama. Namun, pihak penyelenggara langsung menepis kekhawatiran warga. Perangkat E-Voting yang dikerahkan dipastikan 100% aman dari intervensi luar, karena Sistem E-Voting ini berjalan secara offline. Jadi, sama sekali tidak ada celah untuk disadap atau diretas melalui jaringan internet.
Ada pemandangan menarik dalam simulasi kali ini. Stigma bahwa teknologi digital itu rumit dan sulit dipahami oleh generasi yang lebih tua berhasil dipatahkan.
Sesi simulasi membuktikan bahwa warga dari berbagai kalangan usia, termasuk para lansia, dapat memberikan suara digital mereka dengan mudah dan tanpa kendala berarti. Hal ini menunjukkan bahwa sistem E-Voting Magetan dirancang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah progresif Pemkab Magetan dalam mendigitalisasi pesta demokrasi tingkat desa ini rupanya tak luput dari radar daerah lain. Terbukti, momentum simulasi di Balai Desa Jomblang turut dikunjungi oleh DPRD Kabupaten Temanggung yang datang khusus untuk melakukan studi banding terkait penerapan E-Voting di Magetan.
Dengan suksesnya simulasi ini, Magetan semakin siap menyongsong Pilkades 2027 yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai peralihan sistem pemilihan kepala desa konvensional menuju E-Voting digital ini?
(Diskominfo:cup / fa2 / IKP1)






