Dikelola Bumdes, “Tirta Dadi Park” siap menjadi Zona penyangga Sarangan

Desa sebagai ujung tombak pembangunan saat ini dituntut untuk lebih berkreasi dan berinovasi dalam menggali potensi sumber dayanya.  Dimaksud untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan

Seperti halnya, pemerintah Desa Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Melalui  Bumdes Sumber Alam yang  bekerjasama dengan seluruh stakeholder yang ada, kemudian mengelola Tirta Dadi Park.

H.Sarmin Kepala Desa Dadi menuturkan ” Pemerintah desa mendukung penuh upaya BUMDES Sumber Alam dan masyarakat dalam mengelola Tirta Dadi Park ini  hal ini sebagai upaya kami dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain 2  kolam renang ini kami juga memiliki master plan yang dibagi beberapa zona. Untuk Zona 1 ini kita bisa melihat kolam renang, pusat oleh oleh, dan kebun anggrek.selain itu juga terdapat kebun sayur hidroponik dan kolam ikan sebagai upaya ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. “Ujarnya ( Minggu ,10/5/26)

Lebih lanjut H Sarmin menambahkan ” Saat ini kita belum lauching tapi animo masyarakat yang luar biasa kita tetap melayani kedatangan para wisatawan dengan hanya membayar kontribusi seikhlasnya. Menurut rencana kita akan launching nanti pada bulan Agustus 2026. “jelasnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Aris Tri Budiarto, ” Dalam masterplan perencanaan kami ini terdapat lahan TKD seluas 6.600 meter persegi. Salah satunya adalah unit usaha wisata ini. Selain di kelola langsung Bumdes kita juga melibatkan peran serta masyarakat dalam bentuk sewa sebagai upaya saling melengkapi objek yang ada. Saat ini kita terus menjaring peran serta masyarakat lewat keikutsertaan dalam hal pendanaan kegiatan wisata yang ada dalam bentuk saham . Dengan masyarakat menanam saham maka rasa saling memiliki sekaligus tanggung jawab untuk memajukan destinasi ini akan semakin besar.. Kedepan selain kolam renang ini kita juga siapkan ATV dengan rute yang sangat panjang , selain itu juga terdapat kios bunga anggrek terbesar di Magetan. Niatan kami adalah sebagai zona penyangga Sarangan. Ketika Sarangan stuck Tirta Dadi ini bisa menjadi pilihan  untuk berwisata.” jelas sekdes Dadi ini. (Diskominfo / kontrib.bst / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *