Inflasi Lebaran 2026 “Terkendali”, Rakor Tekankan Waspada Komoditas Pangan dan Transportasi

Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah hari ini digelar kembali, dipimpin o Mendagri, Tito Karnavian, Senin(6/4) dalam rakor terungkap bahwa inflasi pada Maret 2026, masih dalam kategori kondisi terkendali, meskipun bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri.

Secara nasional, inflasi bulan ke bulan tercatat sebesar 0,41%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang bertepatan dengan awal Ramadan. Sementara itu, inflasi tahunan mencapai 3,48%, menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap dalam batas yang terkendali.

Dari sisi penyumbang inflasi, didominasi dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas bergejolak seperti daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, serta daging sapi. Bahkan, komoditas ikan segar dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil masing-masing sebesar 0,06%.

Rakor juga menyoroti bahwa pola inflasi pada momen Lebaran sebagai fenomena tahunan akibat meningkatnya permintaan dan mobilitas masyarakat. Namun, pada 2026 ini, tekanan inflasi relatif lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari intervensi pemerintah melalui berbagai stimulus, termasuk diskon tarif transportasi yang turut menahan laju inflasi, khususnya pada sektor angkutan udara yang justru mengalami deflasi.

Selain itu, kebijakan pemerintah seperti diskon tarif listrik pada tahun sebelumnya juga memengaruhi dinamika inflasi saat ini, meskipun dampaknya mulai berkurang (low base effect).

Secara kewilayahan, seluruh provinsi mayoritas mengalami inflasi, dengan variasi yang berbeda-beda. Beberapa daerah mencatat inflasi tinggi, sementara sebagian lainnya mengalami deflasi. Di sisi lain, perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu pertama April 2026 menunjukkan bahwa komoditas cabai rawit dan cabai merah masih menjadi faktor dominan kenaikan harga di berbagai daerah.

Melalui rakor ini, pemerintah daerah diharapkan bisa semakin memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi, terutama pada komoditas pangan strategis dan distribusi logistik. Sinergi antar instansi, pemantauan harga secara berkala, serta intervensi pasar yang dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat pasca Lebaran.(Diskominfo:may / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *