Rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Magetan tiba di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Tladan Kawedanan. Selasa malam, (3/3/26). Dalam suasana yang khidmat, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magetan, KH. Sumarno, memberikan tausiyah mendalam mengenai penguatan rukun iman, transformasi ibadah puasa, serta peran strategis zakat dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dari ‘Siam’ Menuju ‘Shoum’ dalam ceramahnya, Sumarno memberikan pencerahan menarik mengenai terminologi puasa dalam Al-Qur’an. Ketua Baznas meluruskan pemahaman jamaah mengenai perbedaan antara Siam dan Shoum.
”Secara tekstual, Al-Qur’an menyebut kata Siam untuk merujuk pada ibadah menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga magrib. Namun, tingkat yang lebih tinggi adalah Shoum,” terang Sumarno.
Ketua Baznas menekankan bahwa puasa bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan proses “pembersihan hati” sepanjang waktu. Jika Siam lebih pada aspek jasmani, maka Shoum adalah menahan diri dari lisan yang buruk dan menjaga hati agar tetap bersih selama Ramadan maupun di luar bulan suci.
Sebagai Ketua Baznas, Sumarno lalu mengingatkan jamaah mengenai posisi zakat dalam Rukun Islam. Sumarno menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban administratif bagi ASN atau warga mampu, melainkan juga instrumen untuk mensucikan jiwa (tazkiyatun nafs).
”Zakat adalah jembatan untuk membersihkan harta dan jiwa kita. Melalui Baznas, dana yang terkumpul didayagunakan secara profesional untuk kemaslahatan umat,” tambahnya.
Ketua Baznaz memaparkan sejumlah program nyata yang telah dan akan dilaksanakan oleh Baznas Magetan, di antaranya; Santunan Anak Yatim: dimana direncanakan pada Kamis, 5 Maret mendatang, Baznas Magetan berkolaborasi dengan Baznas Provinsi Jawa Timur akan menyalurkan santunan 1000 yatim di GOR Ki Mageti.
Beasiswa Pendidikan: Pemberian bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Bedah Rumah: Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu. Dan Kesehatan & Ekonomi: Bantuan biaya pengobatan serta stimulus modal untuk menumbuhkan kembali ekonomi kerakyatan di Magetan.
Mengakhiri tausiyahnya, KH. Sumarno menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Magetan dan para ASN yang selama ini secara rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas.
”Dukungan dari Bapak Ibu sekalian, baik dari kalangan profesi, pengusaha, maupun masyarakat umum, sangat berarti untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah kita. Semoga apa yang kita tanam menjadi berkah bagi diri sendiri dan membawa kemakmuran bagi jamaah di sekitar Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq ini,” pungkasnya.
Kegiatan Safari Ramadan ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Magetan agar senantiasa menjadi daerah yang “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”.(Diskominfo / fa2 /


