95 ASN dan Pegawai Perumdam di Magetan Resmi Purna Tugas, Pemkab Beri Penghormatan di Pendapa Surya Graha

Pemerintah Kabupaten Magetan gelar acara pelepasan purna tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magetan, Selasa (31/3/26), di Pendapa Surya Graha. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian para ASN selama menjalankan tugas.

Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto, di kesempatan ini menyatakan bahwa pelepasan purna tugas bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para pensiunan yang tergabung dalam Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

“Pelepasan purna tugas juga diharapkan mampu mempererat dan menyambung tali silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Magetan dengan para purna tugas KORPRI,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, tercatat sebanyak 95 orang memasuki masa purna tugas, dengan rincian 91 ASN Pemkab Magetan dan 4 pegawai Perumdam Lawu Tirta.

Welly kemudian menambahkan bahwa para purna tugas diharapkan untuk dapat bergabung dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Magetan dengan mendaftarkan diri di kecamatan masing-masing.

“PWRI hadir bersama kita hari ini. Kami berharap para purna tugas berkenan menjadi bagian dari PWRI,” tambahnya.

Sebagai bentuk simbolis, penyerahan dokumen kependudukan berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada para purna tugas dilakukan langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Sumantri, didampingi Ketua PWRI Magetan dan Sekretaris Daerah.

Ketua PWRI Kabupaten Magetan, Drs. Siran, menyampaikan bahwa pihaknya siap menyambut para purna tugas sebagai anggota baru. Ia menegaskan bahwa para pensiunan masih memiliki peran penting di tengah masyarakat.

“Purna tugas bukan berarti pengabdian kepada bangsa dan negara berhenti, hanya berbeda ruang lingkup saja,” ungkap Siran.

Menurutnya, anggota PWRI dapat berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan saran dan masukan, serta menjadi agen sosial di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Magetan, Nanik Sumantri, dalam sambutannya menegaskan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru.

“Masa purna bukan akhir dari perjalanan, melainkan gerbang menuju babak baru yang lebih tenang,” jelasnya.

Lebih Lanjut Bunda Nanik juga menyebutkan bahwa pada masa purna tugas, tekanan fisik dan psikologis cenderung menurun karena tidak lagi terikat dengan beban birokrasi.

Menurutnya, masa pensiun merupakan anugerah yang patut disyukuri karena memberikan kesempatan lebih luas untuk berkumpul bersama keluarga tanpa tekanan pekerjaan.

“Semoga semangat pengabdian bapak ibu tetap menyala dalam bentuk berbeda di tengah masyarakat dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Senada dengan Sekda, Bunda Nanik turut mengimbau para purna tugas agar segera mendaftarkan diri sebagai anggota PWRI di wilayah kecamatan masing-masing sebagai wadah untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat.(Diskominfo:swr / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *