Sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Magetan menerima piagam penghargaan atas inovasi kesehatan mata terbaik dari Yayasan Paramitra Indonesia.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara Diskusi Publik dan Launching Bulan Periksa Mata di Puskesmas pada Senin (22/06/26), bertempat di Ruang Rapat Ki Mageti.
Berikut adalah 9 kecamatan penerima piagam inovasi kesehatan mata:
1. Kec. Plaosan– IM3 SHINE: Ini Mataku Mana Matamu Bersinar
2. Kec. Maospati– CAKRAWALA MAOSPATI: Cek Awal Kesehatan Mata Melalui Rujukan dan Layanan Lanjutan Hingga Tuntas
3. Kec. Magetan – SI MATA CANDI: Skrining Indikator Tajam Penglihatan Puskesmas Candirejo
4. Kec. Kawedanan – SIPEKAMATA: Sinergi Puskesmas, Kecamatan, dan Sekolah untuk Mata
5. Kec. Bendo – PELITA MATA: Peduli dan Lindungi Kesehatan Mata Siswa Bendo
6. Kec. Ngariboyo – SI BENING: Skrining Bebas Gangguan Penglihatan dan Kelainan Mata Ngariboyo
7. Kec. Sidorejo– SIDOCERAH: Cegah Risiko Gangguan Penglihatan
8. Kec. Barat – BARAT CLING: Cegah Lindungi Indra Penglihatan
9. Kec. Karas – CEMARA KARAS: Cegah Mata Rabun dan Katarak Rawat Anak Sekolah.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, S.H., M.H., dalam kesempatan ini selain mengucapkan selamat juga memberikan apresiasi tinggi kepada sembilan kecamatan yang telah menerima penghargaan.
Sementara itu, Kecamatan Ngariboyo dan Karas ditunjuk sebagai pelopor penganggaran program sosialisasi kesehatan mata inklusif melalui APBDes.
Dengan rincian, Desa Sumberdukun, Balegondo, dan Selopanggung di Kecamatan Ngariboyo telah mengalokasikan anggaran APBDes khusus untuk program sosialisasi kesehatan mata inklusif. Di sisi lain, Desa Taji dan Temenggungan di Kecamatan Karas mengambil langkah taktis dengan memanfaatkan dana desa untuk kegiatan skrining visus ( ketajaman penglihatan ) warga secara berkala.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi model sinergi antara pemerintah desa, puskesmas, dan kecamatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mata sejak dini.(Diskominfo:ay / fa2 /
