BATIK CIPRAT LADANG REZEKI PENYANDANG DISABILITAS

Magetan - Batik diakui sebagai warisan budaya Indonesia yang saat ini masih dilestarikan oleh berbagai pengrajin salah satunya batik ciprat, batik ini terlihat sangat unik karena pembuatnya penyandang disabilitas.
Pada tahun 2015 Sentra Batik Ciprat telah dibuka oleh Bupati Magetan Sumantri Noto Adinagoro. Tempat pembuatan batik ciprat berada di Balai Desa Simbatan, Kabupaten Magetan, Kecamatan Ngunturonadi, Jawa Timur.
.
Menurut Deni (36) salah satu pembimbing dari karya batik ciprat dengan 37 pembatik disabilitas yang dengan kesabarannya hasil karya tersebut kini dalam sehari siswa bisa menghasilkan 20 sampai 25 lembar batik ciprat. Batik ciprat langitan disabilitas Simbatan memiliki beberapa motif diantaranya motif meteor, gepyok, jumput, rainbow cake, lurikan dan motif ciprat. Hasil karya batik ciprat langitan kampung peduli disabilitas Simbatan biasanya dijual dengan harga dibawah batik biasa, satu lembar dijual hanya Rp.150.000 perlembar.
Batik ciprat itu bahkan mewakili Indonesia mengikuti pameran di Thailand, motif sederhana itu mendapatkan apresiasi. Kini hasil produksi melambung dengan banyaknya pesanan yang tidak hanya dalam negeri tetapi sudah sampai ke mancanegara.
Batik ciprat kini sudah menjadi salah satu icon Magetan,Bupati Magetan Suprawoto menyarankan batik tersebut untuk dijadikan seragam/pakaian para pegawai daerah di magetan.
.
Kawan Magetan mari kita lestarikan budaya Magetan dengan menggunakan “Batik Ciprat’’ asli Magetan untuk Magetan terdepan.