Tumilah Sumringah : Bisa Irit Belanja di Pasar Murah Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan
Dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan yang ke-351, sekaligus untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten Magetan hari ini gelar Pasar Murah. Halaman Balai Desa Turi, Kecamatan Panekan. Rabu, (14/10/26)
Kegiatan pasar murah ini disambut antusias oleh warga masyarakat setempat. Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan skema subsidi langsung untuk membantu meredakan beban belanja warga. Total terdapat 13 komoditas barang yang mendapatkan bantuan subsidi, di antaranya:
* Beras Premium (5 kg): Harga pasar Rp72.500, disubsidi Rp10.000 menjadi Rp62.500.
* Gula Pasir (1 kg): Harga pasar Rp18.000, disubsidi Rp4.000 menjadi Rp14.000.
* Minyak Goreng Kemasan Premium (1 liter): Harga pasar Rp22.000, disubsidi Rp5.000 menjadi Rp17.000.
* Telur Ayam (1 kg): Harga pasar Rp24.000, disubsidi Rp3.000 menjadi Rp21.000.
* Daging Ayam (1/2 kg): Harga pasar Rp18.000, disubsidi Rp8.000 menjadi Rp10.000.
* Daging Sapi (1/4 kg): Harga pasar Rp38.000, disubsidi Rp12.000 menjadi Rp26.000.
* Ikan Segar Lele (1 kg): Harga pasar Rp25.000, disubsidi Rp7.000 menjadi Rp18.000.
* Ikan Segar Nila (1 kg): Harga pasar Rp39.000, disubsidi Rp10.000 menjadi Rp29.000.
* Bawang Merah (1/2 kg): Harga pasar Rp13.500, disubsidi Rp3.500 menjadi Rp10.000.
* Bawang Putih (1/2 kg): Harga pasar Rp17.500, disubsidi Rp4.500 menjadi Rp13.000.
* Kentang (1 kg): Harga pasar Rp16.000, disubsidi Rp6.000 menjadi Rp10.000.
* Cabai Keriting (1/4 kg): Harga pasar Rp14.750, disubsidi Rp4.750 menjadi Rp10.000.
* Cabai Rawit (1/4 kg): Harga pasar Rp20.000, disubsidi Rp5.000 menjadi Rp15.000.
Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd., menyampaikan bahwa Pemkab Magetan telah menyebarkan ribuan kupon subsidi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
”Kegiatan kita hari ini adalah pasar murah dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Magetan yang ke-351, juga untuk pengendalian inflasi dan stabilitas harga. Kupon yang disebar sebanyak 2.670 kupon, cukup banyak. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan pasar murah ini bisa membantu mengendalikan inflasi dan membantu meringankan beban masyarakat.” ungkap Bupati.
Sangat Membantu Masyarakat
Manfaat pasar murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Turi. Tumilah (67 th), warga Dukuh Turi, Desa Turi, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia mengetahui informasi pasar murah tersebut dari Pak Sambong dan datang menggunakan kupon yang didapatkannya.
”Ngertos wonten pasar murah saking Pak Sambong, sanjange kapurih belonjo teng mriki, trus niki wau mriki sakestu regine langkung mirah. Pikantuk murah pikantuk kupon dibelanjaaken kagem bahan masak ben dinten, pikantuk beras, lele, lombok, minyak, ugi gendis niki wau,” ujar Tumilah saat diwawancarai oleh reporter Radio Magetan Indah di lokasi acara.
Tumilah menambahkan bahwa harga yang ditawarkan di pasar murah jauh lebih hemat dibandingkan harga pasaran, sehingga sangat meringankan beban dapur harian.
”Lumayan kagem betah maem bendintenipun, ugi kagem bumbon lumayan langkung irit dinten puniko, reninipun ngih pun kathah. Ingkang asring-asring kemawon wonten pasar murah Pak,” harapnya dalam bahasa jawa kromo alus .
Bupati Nanik menegaskan bahwa program pasar murah ini tidak berhenti di Kecamatan Panekan saja. Pemkab Magetan berencana menggelar kegiatan serupa di lokasi lain, seperti Kecamatan Parang dan Kecamatan Takeran. Kegiatan ini diharapkan menjadi ‘hadiah’ manis bagi masyarakat Magetan dalam rangkaian peringatan hari jadi kabupaten dengan semangat “Magetan Maju Ekonomi Berdaya Rakyat Sejahtera”.(Diskominfo / fa2)




