MTQ Kabupaten Magetan 2026 Resmi Dibuka, 235 Peserta Siap Berkompetisi dalam Semangat Qur’ani

‎

‎Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Magetan Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Magetan Hj. Nanik Sumantri, M.Pd. di Pendopo Surya Graha, Jumat (2/10/26). Mengusung tema “Qur’an di Hati, Karya di Aksi, untuk Magetan Harmonis”, kegiatan MTQ berlangsung selama dua hari, 2–3 Oktober 2026.

‎

‎Dalam sambutannya, Bupati Magetan menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Al-Qur’an tidak hanya kita baca dan kita hafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam membentuk pribadi yang berakhlak, berkarya, dan memberikan manfaat dengan aksi nyata untuk Kabupaten Magetan,” tutur Bupati.

‎

‎Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun Magetan Harmonis melalui sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan seluruh masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang rukun, aman, tenteram, serta berlandaskan nilai agama dan budaya.

‎Bupati juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh kafilah dari 18 kecamatan se-Kabupaten Magetan. Tahun ini, MTQ diikuti oleh 235 peserta yang akan berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan.

‎

‎Sementara itu, dalam laporan Ketua LPTQ Kabupaten Magetan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, disebutkan bahwa pelaksanaan MTQ berlangsung di sejumlah lokasi, yakni Pendopo Surya Graha, Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, serta Masjid Agung Baitussalam Magetan.

‎

‎MTQ tahun ini mempertandingkan sembilan cabang, meliputi Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an Anak, Tilawah Remaja, Tilawah Dewasa, Hifzh Al-Qur’an 1 Juz dan Tilawah, Hifzh 5 Juz dan Tilawah, Hifzh 10 Juz, Hifzh 20 Juz, serta Syarhil Qur’an.

‎

MTQ Kabupaten Magetan Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan perlombaan, melainkan mampu menghidupkan semangat membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah keluarga, sekolah, pesantren, masjid, lembaga pendidikan keagamaan, dan seluruh lapisan masyarakat.

‎

‎Melalui pelaksanaan ini, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak, berkarya, dan membawa kemanfaatan bagi terwujudnya Magetan yang semakin harmonis.(Diskominfo:may / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *