Alun-Alun Kabupaten Magetan berubah menjadi panggung kehangatan keluarga pada Kamis (30/7/26) pagi. Sebanyak 896 murid Raudhatul Athfal (RA) bersama 41 guru dan orang tua mereka tampak kompak memperagakan gerakan Gebyar Senam Masal Mamamia. Berada dalam genggaman dan pendampingan penuh kasih, raut ceria anak-anak ini menjadi simbol nyata peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Magetan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Magetan ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak”. Menariknya, keceriaan senam masal ini tidak hanya terpusat di Alun-Alun Kabupaten Magetan, melainkan digelar secara serentak di 11 titik kecamatan.
Adapun 11 wilayah kecamatan yang menggelar aksi serentak tersebut meliputi Kecamatan Maospati, Takeran, Lembeyan, Karas, Plaosan, Panekan, Parang, Bendo, Barat, Poncol, dan Magetan.
Khusus di titik Alun-Alun Magetan, tercatat ada 896 peserta anak-anak dari 7 lembaga RA yang terlibat bersama 41 guru pendamping. Suasana terasa kian hangat dan mengayomi dengan hadirnya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan beserta jajaran pengawas RA yang turun langsung memberikan dukungan moral kepada para siswa dan pendidik.
Ketua PD IGRA Kabupaten Magetan, Istiqomah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa senam bersama ini digelar untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat melalui cara yang menyenangkan dan penuh kehangatan.
”Tujuan kegiatan ini adalah cara hidup sehat sejak dini, di mana selaras dengan tema ‘Sayangi anak, lindungi, dan bangun masa depan bersama’. Itu berarti kita bersama-sama belajar mendampingi anak-anak kita yang tetap ceria dalam belajar,” jelas Istiqomah dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magetan, Dr. H. Taufiqurrohman, M.Ag., menekankan pentingnya kehadiran dan keseimbangan peran orang tua serta guru dalam mendidik anak usia dini di era sekarang.
”Menyayangi anak itu ada di antara memanjakan anak dan mendidik anak,” pesan Kepala Kantor Kemenag Magetan di hadapan para peserta, yang kemudian disambung dengan seruan penuh semangat, “Anak sehat, Indonesia hebat!”
Selain mengasah kebugaran dan keterampilan motorik anak, Senam Mamamia ini dirancang untuk mempererat ikatan emosional (bonding) antara orang tua, guru, dan anak. Kehadiran jajaran Kemenag dan pengawas RA semakin mempertegas sinergi bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan usia dini yang aman, sehat, dan menyenangkan.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026 ini, PD IGRA Kabupaten Magetan bersama Kemenag berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah terus terjalin kuat demi menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, cerdas, dan senantiasa terlindungi.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /




