Suasana penuh khidmat kental terasa saat lantunan sholawat menggema di Pawon Gandek Kawedanan, Minggu (7/6/26). Sebanyak 25 grup rebana se-Kabupaten Magetan ikuti kegiatan Lomba Rebana Tahun 2025 “Bersholawat Untuk Indonesia Damai” yang dirangkai dengan Pengajian Tahun Baru Islam 1448 H.
Kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Sholawat Kabupaten Magetan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah daerah, peserta lengkap dengan pendukungnya serta warga yang memadati lokasi acara.
Mewakili Bupati Magetan, Camat Kawedanan, Mahesa Kurniawan Fadli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus wujud nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Acara ini bertujuan mempererat silaturahmi dan menjadi sarana syiar. Kepada dewan juri agar menjaga integritas dan independensi dalam menilai penampilan peserta yang kali ini berasal dari berbagai wilayah di Magetan. Diharapkan kegiatan ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ungkap Mahesa.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Himpunan Seni Budaya Islam Indonesia (HSBII) Provinsi Jawa Timur, Hj. Mitroatun, menekankan pentingnya esensi di balik kompetisi seni musik Islami ini.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi bagaimana syiar agama lewat seni rebana bisa berkibar. Saya berharap para peserta tidak hanya berfokus pada lombanya, tetapi meniatkan kehadiran di sini untuk senantiasa bersholawat demi mendapatkan syafaat dari Rasulullah Muhammad SAW,” jelas Mitroatun.
Dikesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Wasis Eko S., menjelaskan bahwa melalui komunitas grup rebana ini, pihaknya ingin memupuk semangat “guyup rukun” di tengah masyarakat.
“Harapan utama kami adalah terciptanya semangat kerukunan untuk menjaga kedamaian, baik di wilayah Magetan maupun Indonesia secara luas. Kami juga berharap grup-grup rebana di Magetan dapat terus berkembang, maju, dan bersinergi dengan pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat,” jelas Wasis.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh anggota DPR RI, H. Ali Mufti, Dalam ceramahnya, Ali mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan dan rasa takut kepada Allah SWT sebagai bekal utama manusia meraih kebahagiaan dunia hingga akhirat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya Islam di tanah air. Melalui alunan tabuhan rebana yang harmonis, seni ini bukan lagi sekadar warisan tradisi, melainkan instrumen ampuh untuk merawat kerukunan umat. Di tengah keberagaman, melantunkan sholawat bersama menjadi simbol nyata bahwa seni budaya Islam adalah penyejuk yang mampu mengokohkan fondasi kedamaian Indonesia, sekaligus menjaga identitas spiritual bangsa yang santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.(Diskominfo / fa2 /





