Suasana menjelang Hari Raya Iduladha di Dusun Klaten, Desa Puntukdoro, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, mendadak riuh dan penuh keseruan. Bukan karena adanya festival atau hiburan dangdut, melainkan karena tradisi tahunan warga setempat yang biasa disebut dengan “War Kupon Daging Kurban”.
Sejak pagi, ratusan warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari emak-emak yang antusias hingga pemuda setempat, sudah berkumpul di area sekitar posko panitia kurban. Mereka bersiap memperebutkan kupon agar bisa mendapatkan bagian daging kurban terbaik.
Meskipun bertajuk war atau perang, suasana yang tercipta justru jauh dari kesan anarkis. Ketegangan yang ada malah dibumbui dengan canda tawa khas warga pedesaan. Begitu panitia membuka loket pembagian, warga langsung merapat dan saling bersahutan memanggil nama panitia agar dilayani lebih dulu.
“Ini namanya war penuh berkah, Mas. Senggolan sedikit wajar, yang penting setelah dapat kupon kita ketawa lagi bareng tetangga,” ujar Supri (45), salah satu warga Dusun Klaten, sambil memamerkan kupon yang berhasil didapatnya.
Keseruan war kupon dengan skala ribuan kantong daging ini melahirkan berbagai kisah unik dan perjuangan gigih. Salah satunya ditunjukkan oleh Surati, warga asal Pohpelem, Wonogiri, yang kebetulan sedang berada di daerah tersebut.
Demi bisa merasakan langsung keseruan tradisi ini sekaligus mengamankan jatah daging kurban, ia rela mendatangi lokasi sejak subuh. Usaha kerasnya bermanuver di antara kerumunan warga lokal pun berbuah manis. Surati sukses melakukan clean sheet alias menyapu bersih kupon dari seluruh titik pembagian tanpa ada yang meleset.
“Saya sengaja datang dari subuh biar tidak keduluan yang lain. Antrenya luar biasa seru, ada yang lari-lari dan naik motor saling mendahului. Tapi alhamdulillah, perjuangan dari pagi tidak sia-sia. Saya berhasil dapat enam kupon sekaligus dari enam masjid itu,” ujar Surati dengan wajah semringah sambil menunjukkan deretan kupon dari Masjid Bastara, Al Manshurin, Baitul Aziz, Baitul Subur, Sabilul Rosyad, dan Ainun Jariyah di tangannya.
Panitia kurban Desa Puntukdoro sebenarnya sudah mengatur sistem pembagian berdasarkan data Kartu Keluarga (KK). Namun, sensasi mengantre dan berebut di barisan terdepan demi mendapatkan giliran awal tampaknya telah menjadi seni tersendiri bagi warga.
Ketua Panitia Kurban Dusun Klaten, Fadlan, mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan berkat kekompakan warga yang gemar bergotong-royong dan menabung bersama sejak jauh hari. Tahun ini, terdapat total 85 ekor hewan kurban, termasuk 41 ekor sapi, yang dibagikan.
“Alhamdulillah, antusiasme warga luar biasa dan jangkauan kami bisa jauh lebih luas lewat enam masjid tersebut. Pembagian kupon ini sebenarnya bentuk kegembiraan warga menyambut Iduladha. Semua warga dipastikan kebagian, tidak ada yang terlewat. Kami hanya mengatur ritme saja agar pembagian dagingnya nanti bisa tertib,” jelas Fadlan.
Tradisi seru ini membuktikan bahwa Iduladha di Magetan tidak hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi momen perekat kebersamaan dan pembawa kebahagiaan bagi seluruh warga desa.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /



