Menjaga Nadi Telaga Wahyu: Lebih dari Sekadar Bersih-Bersih

Pagi ini, kabut tipis masih sesekali menyapu permukaan air Telaga Wahyu. Namun, suasana di salah satu sudut tenang Kabupaten Magetan ini tak sesunyi biasanya. Ratusan aparatur dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak menyebar, membawa semangat yang sama dalam tajuk Gerakan Indonesia Asri. Plaosan, ( 8/5/26)

Bukan sekadar menggugurkan kewajiban agenda rutin, aksi serentak ini menjadi napas baru bagi upaya pelestarian lingkungan di destinasi wisata yang dikenal dengan ketenangannya tersebut.

Di tengah riuhnya aktivitas pembersihan, sosok Heri, staf dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, terlihat mengamati jajaran pepohonan yang memagari jalan utama menuju telaga. Baginya, menjaga Telaga Wahyu bukan hanya soal menyapu sampah plastik, tapi juga memastikan keselamatan setiap nyawa yang datang berkunjung.

“Kegiatan rutin seperti ini sangat bagus agar kawasan lebih tertata. Estetika itu penting, tapi fungsi dari fasilitas juga harus diperhatikan. Termasuk fasilitas keamanan menuju lokasi wisata ” ungkap Heri.

Bagi petugas di lapangan, musim penghujan bukan hanya soal debit air yang meningkat, tapi juga tentang angin kencang yang seringkali “bertamu” tanpa diundang ke kawasan lereng Lawu ini. Pohon-pohon yang menjadi peneduh, jika tidak dirawat, bisa berubah menjadi ancaman.

“Salah satu fokus kita hari ini juga mitigasi rawan roboh,”jelas Heri.

“Kalau sudah masuk musim penghujan, angin di sini lumayan kencang. Banyak pohon yang rawan atau dahan yang sudah rapuh. Itu risiko bahaya yang harus kita tangani sebelum jatuh korban.”

Perantingan dan pembersihan dahan yang patah menjadi prioritas tim BPBD dalam gerakan ini. Langkah ini adalah bentuk kasih sayang terhadap alam sekaligus perlindungan bagi para wisatawan yang mencari ketenangan di bawah rindangnya pepohonan Telaga Wahyu.

Gerakan Indonesia Asri hari ini menjadi pengingat bahwa keindahan wisata Magetan adalah tanggung jawab kolektif. Penataan fasilitas yang lebih baik, kebersihan yang terjaga, serta keamanan yang terjamin menjadi kuncinya.

Bagi Heri dan rekan-rekan lainnya, lelah hari ini terbayar dengan melihat Telaga Wahyu yang lebih asri, lebih rapi, dan yang paling penting: lebih aman.(Diskominfo / fa2)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *