Desa Panggung, Kecamatan Barat, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet gelar, Juara 1 Lomba Desa dan 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Magetan Tahun 2026. Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi tata kelola pemerintahan dan kemandirian ekonomi desa yang menonjol.
Selain faktor kekompakan dan semangat guyub rukun masyarakatnya, terdapat satu poin keunggulan yang menjadi pembeda Desa Panggung dengan desa lainnya, yakni eksistensi BUMDes Siap Makmur.
Badan Usaha Milik Desa ini dinilai sukses mengelola unit usaha peternakan ayam pedaging dengan skala mencapai 10.000 ekor.
Kepala Desa Panggung, Wiwik Widyastutik, menjelaskan bahwa keberadaan BUMDes tersebut menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Alhamdulillah, dalam penilaian lomba desa kemarin, BUMDes kami menjadi salah satu poin plus di mata tim juri. Kehadirannya dipandang sebagai simbol kemandirian ekonomi desa yang nyata,” ujar Wiwik saat dikonfirmasi, Senin (27/4).
Menurut Wiwik, unsur partisipatif dan kemandirian ekonomi adalah syarat mutlak dalam evaluasi lomba desa. Melalui unit usaha peternakan ini, Desa Panggung membuktikan mampu menciptakan lapangan kerja lokal, di mana saat ini sudah terdapat tiga tenaga kerja (ABK) yang mengelola kandang tersebut secara profesional.
Atas prestasi ini, Desa Panggung terpilih untuk mewakili Kabupaten Magetan dalam ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Timur. Menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, Wiwik kemudian berharap adanya dukungan sinergis dari Pemerintah Kabupaten Magetan, terutama terkait akses infrastruktur penunjang ekonomi.
“Karena kami akan membawa nama Magetan ke tingkat provinsi, kami sangat berharap Pemkab melalui dinas terkait dapat membantu rehabilitasi jalan menuju area kandang. Saat ini akses tersebut memerlukan perhatian lebih agar transportasi hasil panen lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Infrastruktur yang layak dinilai krusial untuk meminimalisir risiko kerugian saat mobil pengangkut ayam melintas, sekaligus memperkuat kesiapan Desa Panggung sebagai desa percontohan ekonomi mandiri di Jawa Timur.(Diskominfo / kontrib.bst / fa2 /
