Kisah Sukses Kelompok Ibu-Ibu Tlayu Produksi Ratusan Bungkus Jamu per Bulan yang Mulai Rambah Pasar Nasional

Potensi ekonomi berbasis kearifan lokal di Kabupaten Magetan kian menunjukkan taringnya. Salah satu potensi tersebut datang dari Dusun Tlayu, Desa Poncol, yang sukses mengembangkan produk jamu bubuk bermerek Asman ( Asuhan Mandiri)  Ayu Sehat. Tak sekadar dipasarkan secara tradisional, produk ini kini menjadi langganan apotek-apotek di wilayah Magetan hingga merambah pasar luar Jawa.

Selain materi, sinergi lintas instansi menjadi kunci kualitas produk. Desa memfasilitasi pelatihan dengan pendampingan teknis langsung dari pakarnya.

Perjalanan usaha ini dimulai pada tahun 2023.  Salah satu penggerak kelompok,  Yanti,  menceritakan bahwa modal awal dia dapatkan dari dukungan Pemerintah Desa Poncol melalui alokasi dana desa untuk pemberdayaan masyarakat.

“Awalnya dana dari desa, diberikan modal berupa bahan-bahan. Terus kita kelola dan kembangkan, tapi untuk membantu pelatihannya kita dibantu dari Puskesmas Poncol dan alhamdulilah berhasil dan akhirnya sekarang kita bisa menambah modal sendiri,” ungkap Yanti.

Salah satu faktor kunci keberlanjutan produksi jamu Asman Ayu Sehat adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah. Kelompok perajin di Dusun Tlayu tidak merasa khawatir akan kekurangan bahan karena didukung oleh kondisi geografis desa yang subur.

Penduduk Dusun Tlayu memiliki lahan luas yang secara mandiri ditanami berbagai tanaman rimpang, mulai dari jahe, kunyit, hingga temulawak.

 “Untuk bahan baku kami tidak khawatir, karena warga di sini punya lahan luas yang ditanami jahe dan bahan-bahan lainnya. Jadi, semua diambil langsung dari bumi Poncol,” tambah Yanti.

Berawal dari hanya 4 varian, kini Jamu  Asman Ayu Sehat telah sukses memproduksi 7 varian jamu bubuk dengan khasiat spesifik. Salah satu yang paling unik dan diminati adalah Ramuan Cinta.

“Ramuan cinta itu buat pelangsing, tapi kami punya 6 varian lainnya lagi yaitu Beras kencur buat nafsu makan, kunyit sereh  buat menjaga flu. Terus yang kunyit buat asam lambung, jahe buat menghangatkan badan, serta temulawak dan varian untuk membantu mencegah kanker.”jelasnya.

Keberanian melakukan inovasi ini membuahkan hasil manis di pasar medis. “Awalnya kita coba pasarkan  ke apotek, laku. Sekarang sudah rutin dipasok di apotek-apotek wilayah Magetan,” kata  Yanti

Dengan kapasitas produksi rutin mencapai kisaran 500 bungkus per bulan, jamu Asman Ayu Sehat mulai dikenal luas secara nasional. Dan ini di dukung dengan telah dikantonginya label hala pada tahun 2025 yang semakin memperkuat kepercayaan konsumen terhadap keamanan dan higienitas produk.

Yanti juga berharap usaha yang dikelola oleh kelompok ibu-ibu di Dusun Tlayu ini bisa terus berkembang dan membawa nama baik daerah di kancah yang lebih luas lagi.

“Pemasarannya selain Magetan, Jawa Tengah juga ada, luar Jawa juga ada, Harapan kami kedepan agar usaha kamu ini bisa dikenal lebih luas di masyarakat sekitarnya, termasuk di Indonesia, atau mungkin bisa sampai ke luar negeri,” pungkasnya.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *