BPBD Magetan Himbau Warga Siaga Bencana Hidrometerologi

Tingginya curah hujan di sertai angin kencang di Magetan dalam sepekan ini, menimbulkan akibat seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa meninggal, namun kondisi ini patut di waspadai.

Kepala BPBD Magetan, Eka Raditya menerangkan, kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini disebut dengan bencana Hidrometeorologi.

” Jadi bencana meteorologi ini adalah perubahan cuaca ekstrem yang mengakibatkan curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga bisa menimbulkan banjir dan tanah longsor. Sedangkan angin kencang ini yang menyebabkan pohon tumbang,” terang Eka Raditya, Kamis (5/3/26).

Apa yang dilakukan BPBD Magetan dalam menghadapi situasi saat ini adalah dengan selalu siap siaga. Namun, menurut Eka Raditya, sebenarnya yang terpenting adalah mengedepankan mitigasi terkait bencana ini.

” Kami, BPBD selalu siap. Namun sebenarnya yang penting adalah mitigasi kepada masyarakat untuk siaga menghadapi kondisi ini,” ujarnya.

Contohnya, tidak berteduh atau menghindari pohon yang berpotensi tumbang. Lalu, rutin melakukan pembersihan drainase di lingkungannya. Ini penting dalam rangka kewaspadaan dini menghadapi bencana. Seperti kemarin terjadi luapan air di sejumlah wilayah. Termasuk wilayah perkotaan, meskipun berlangsung hanya sekitar 2 jam.

Sementara untuk pohon tumbang, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan. Serta dengan Perhutani khususnya untuk wilayah wisata Sarangan.

” Kami berharap pohon pohon yang terlihat rapuh dan rawan tumbang dapat ditebang. Seperti pagi ini saja, sudah ada 4 laporan pohon tumbang,” jelasnya.

Untuk wilayah Magetan saat ini masih terkendali, namun pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap siaga, pungkasnya.(Diskominfo / kontrib.rif / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *