Di saat tren mode alas kaki berganti secepat jentikan jari, sebuah rumah produksi sandal kulit di Desa Juron, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, justru memilih berpegang teguh pada akar tradisi.
Di tengah gempuran model sandal sepatu modern, usaha kerajinan selop kulit ini sukses menembus arus zaman dan memikat pasar nasional, dan membuktikan bahwa produk klasik tetap memiliki tempat istimewa di hati konsumen.
Keistimewaan usaha yang dikelola oleh Luluk Setia Darmadi ini adalah di konsistensinya, yang teguh hanya mengerjakan selop kulit. Keputusannya untuk tetap mempertahankan model tradisional dengan sentuhan elegan dan kualitas bahan terbaik terbukti membuahkan hasil manis, berupa pesanan yang mengalir deras.
Lonjakan permintaan ini membuat pengrajin di Ngariboyo ini harus bekerja ekstra. Dalam sebulan, rata-rata penjualan yang diraih mampu mencapai angka 400 hingga 500 pasang selop.
“Alhamdulillah, pesanan dari Bali tidak pernah putus. Sebagian besar produksi Big Men memang dikirim secara rutin ke Bali. Biasanya meningkat tajam menjelang musim liburan,” ujar Luluk, Selasa (17/2/26).
Luluk menambahkan, dengan 8 orang karyawan yang ia miliki, dirinya sempat merasa kewalahan memenuhi tingginya permintaan tersebut. Namun, dengan manajemen produksi yang baik, semua pesanan akhirnya dapat diselesaikan.
“Sempat merasa kewalahan karena permintaan yang besar dari Bali. Tapi alhamdulillah, akhirnya tercukupi,” tuturnya.
Bagi Luluk, mempertahankan produksi selop adalah komitmen untuk menjaga nilai tradisional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang merindukan produk klasik berkualitas tinggi. Keteguhan prinsip ini pula yang membuat selop kulit terus menjadi buah tangan favorit wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Melalui konsistensi kualitas dan keteguhan prinsip dalam mempertahankan akar tradisi, Luluk berhasil membuktikan bahwa selop kulit bukan sekadar alas kaki, melainkan identitas budaya yang mampu menembus pasar bergengsi di Bali sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi yang kokoh bagi warga Desa Juron.
Langkah berani Luluk Setia Darmadi bertahan di tengah gempuran tren sandal sepatu modern diharapkan dapat terus memacu pertumbuhan industri kreatif berbasis potensi lokal di Kabupaten Magetan hingga menembus pasar internasional.(Diskominfo / kontrib.tik / fa2 /

