Liga Memanah Berkuda Indonesia Digelar di Ponpes Al-Fatah Temboro, Diikuti Atlet dari Lima Negara

Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Liga Memanah Berkuda Indonesia (LMBI) yang digelar pada Sabtu (7/2/2026). Ajang ini diikuti atlet memanah berkuda dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta mancanegara.

Liga Memanah Berkuda Indonesia merupakan kompetisi olahraga Horseback Archery (HBA) yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Kegiatan ini bertujuan untuk memajukan dan memperluas perkembangan olahraga memanah berkuda di Tanah Air.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event berskala nasional dan internasional tersebut di wilayah Magetan. Ia menilai kegiatan ini mampu membawa nama daerah ke kancah global.

“Kami atas nama Pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tidak terkira kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Melalui event ini, Magetan dapat dikenal hingga tingkat internasional,” ujar Wakil Bupati Magetan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan dikembangkan karena berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi serta sektor pariwisata daerah. “Meski berawal dari skala kecil, saya yakin ke depan event ini bisa mendunia,” tambahnya.

LMBI dilaksanakan dalam tiga seri setiap tahun, yakni Seri 1, Seri 2, dan Seri 3. Seri pertama tahun 2026 ini digelar di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro melalui kerja sama antara Pordasi Jawa Barat, LMBI, dan pihak pondok pesantren Temboro.

Ketua Pelaksana LMBI, Ronald Regenth, menjelaskan bahwa kompetisi ini diikuti peserta dari lima negara, yakni Vietnam, China, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Total peserta memanah berkuda mencapai 70 atlet yang bertanding dalam lima kategori, yaitu Women Class, Junior Class, Senior Class, Profesional Class, dan Hunting Track.

Kategori Hunting Track sendiri menempuh jarak lintasan sepanjang 700 meter dengan konsep seperti pacuan. Selain memanah berkuda, lomba Ground Archery juga digelar dengan sembilan kategori usia, mulai dari U-9 hingga senior putra dan putri, yang diikuti lebih dari 300 atlet.

Penyelenggaraan LMBI di Temboro ini menandai semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga memanah berkuda di kawasan Asia Tenggara.(Diskominfo:okt /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *