Pagi yang penuh energi menyelimuti Lapangan Desa Takeran pada Jumat (30/01/26). Untuk memperkuat identitas sebagai Kampung Olahraga, Kelurahan Takeran hari ini gelar aksi simpatik bertajuk “Jumat Berkah Susu Segar Gratis” yang tak hanya menyasar para warga yang berolah raga baik itu jalan kaki, lari, bersepeda maupun senam, namun juga menyasar hingga anak sekolah dan warga yang tengah beraktivitas pagi.
Susu yang dibagikan kali ini bukan sekadar minuman biasa, melainkan susu segar kualitas premium yang diambil langsung dari para peternak sapi perah lokal di wilayah Kecamatan Takeran.
Kegiatan ini memiliki misi multifungsi. Selain menambah asupan nutrisi protein bagi masyarakat, program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi peternak sapi perah lokal. Dengan menyerap hasil produksi warga sendiri, diharapkan terjadi dampak ekonomi yang positif dan berkelanjutan di tingkat kecamatan.
Dedik, pensuplay susu dalam kegiatan ini, mengungkapkan bahwa susu yang disajikan pagi ini adalah varian rasa plain (murni) yang menonjolkan keaslian rasa.
“Respon masyarakat sangat bagus. Katanya rasanya enak dan lebih gurih. Bahkan yang awalnya tidak suka susu, jadi suka. Karena bahan bakunya memang beda kualitasnya. Sementara, pemasaran kami kembangkan secara online dan rencananya akan menggunakan sistem motoris seperti kopi kekinian,” jelas Dedik optimis.
Kehadiran outlet susu gratis ini mendapat sambutan hangat dari warga. Seperti Ibu Nur Aini, warga Karangrejo yang sengaja datang untuk berolahraga, mengaku terkesan dengan rasa susu lokal Takeran.
“Saya sebenarnya tidak biasa minum susu, tapi setelah olahraga tadi mencoba, ternyata enak. Di badan terasa nyaman, apalagi diminum saat hangat seperti ini,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Sandika, seorang pemuda dari Purworejo yang rutin berolahraga di Lapangan Takeran hingga tiga kali seminggu. Menurutnya, inisiatif Kelurahan Takeran ini sangat tepat sasaran bagi kaum muda yang ingin memperbaiki nutrisi.
“Ini bagus sekali untuk masyarakat yang rutin olahraga, khususnya anak muda yang ingin memperbaiki nutrisi. Rasanya lebih segar dan hangat dibanding susu umum. Harapannya semoga rutin setiap Jumat, dan kalau bisa varian rasanya ditambah, seperti vanilla atau yang lainnya,” harap Sandika.(Diskominfo / fa2)






