Mendagri Tito Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Program Perumahan “0 Rupiah”

Menteri Dalam Negeri Drs. Jenderal Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D. memimpin Rapat Koordinasi(Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah dari Ruang Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa(27/01/26). Rakor digelar secara hybrid dan diikuti kementerian/Lembaga terkait serta pemerintah daerah se-Indonesia.

Kegiatan rakor inflasi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu, upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi karena berdampak langsung berbanding lurus dengan situasi politik terutama polisi situasi keamanan dan situasi ekonomi secara keseluruhan. Inflasi merupakan salah satu indikator makro ekonomi yaitu stabilitas barang dan jasa yang berakibat pada naik turunnya biaya hidup.

Dalam arahannya, Tito menyampaikan inflasi nasional secara tahunan (year on year) per Desember 2025 berada di angka 2,92 persen, dengan komoditas penyumbang utama antara lain emas perhiasan, cabai merah, ikan segar, cabai rawit, dan beras. Sementara inflasi bulanan (month to month) tercatat 0,64 persen, meningkat dibanding bulan sebelumnya, dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, emas perhiasan, dan ikan segar.

Sekjen Kemendagri, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si., fokus menekankan pada persiapan dari berbagai sektor untuk menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2026, agar meminimalisir kenaikan harga bahan pokok seperti tahun sebelumnya, diharapkan pada tahun 2026 ini lebih matang persiapan untuk penekanan harga bahan-bahan pokok.

Tomsi Tohir menegaskan bahwa Pemerintah Daerah bahwa sudah disampaikan Januari-Februari 2026 merupakan panen raya cabai merah, cabai rawit, bawang.

“Saya ingatkan sekali lagi kalo sampai kita panen raya, kemudian bulan depan masih posisi panen kemudaian terjadi kenaikan harga cabai yang signifikan terutama mendekatai hari raya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu, cabai itu bisa lebih mahal dari harga daging sapi diatas 100 ribu, berarti teman-teman kepala dinas didaerah itu tidak melaksanakan anjuran daripada Bapak Dirjen Holtikultura, berkaitan dengan mengadakan Kerjasama dengan para champion. Kita akan lihat daerah-daerah mana yang nantinya mendekati hari raya yang naik tinggi. Karena kondisi kita sedang panen raya, harusnya distribusi harus bagus, komunikasi dan kerjasama dengan champion harusnya juga bagus sehingga tidak ada alasan harga naik tinggi.”

Rakor juga menegaskan kesiapan pemerintah menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026, termasuk dukungan Bulog dengan stok beras yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan siap didistribusikan. Pemerintah daerah diminta aktif melakukan pemantauan harga, memperkuat cadangan pangan daerah, serta melaksanakan langkah konkret pengendalian inflasi di wilayah masing-masing. Rakor ini turut diikuti secara daring oleh perwakilan Forkopimda dan Tim TPID Kabupaten Magetan dari Pendapa Surya Graha Kabupaten Magetan.(Diskominfo:okt / fa2 /

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *