Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara, dr. Ari Setiawan Tekankan Pentingnya Manajemen Stres

Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP), digelar Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara di Pendopo Surya Graha pada Jumat (12/12/2025). Seminar ini menghadirkan narasumber dr. Ari Setiawan, Sp.B dokter spesialis dari RSUD Sayyidiman Magetan, yang memberikan penjelasan terkait faktor risiko dan pencegahan kanker payudara.

Dalam paparannya, dr. Ari menegaskan bahwa manajemen stres merupakan faktor risiko terbesar yang memicu munculnya kanker payudara. Ia menjelaskan bahwa meski seseorang memiliki riwayat genetik terkait kanker, kondisi tersebut tidak akan muncul apabila tidak dipicu oleh faktor lain, terutama stres yang tidak terselesaikan.

Menanggapi pertanyaan peserta mengenai risiko genetik, dr. Ari menyampaikan bahwa gen bawaan tidak serta-merta aktif tanpa adanya pemicu.

“Jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker, jangan biarkan stres berlarut-larut. Segera selesaikan sumber stres untuk mencegah gen tersebut aktif,” jelasnya.

Ia juga membahas faktor risiko pada anak, terutama terkait usia menstruasi yang terlalu dini. Menurutnya, menstruasi dini dapat meningkatkan risiko kanker payudara sekitar 10 tahun setelahnya. Selain faktor genetik yang tidak dapat diubah, kebiasaan dan lingkungan juga berperan besar dalam memengaruhi perkembangan risiko. Dr. Ari mengimbau orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak serta mengawasi konten dan lingkungan pergaulannya.

“Yang paling sulit adalah mengelola apa yang dilihat dan lingkungan anak. Kita harus mencegah anak ‘dewasa’ terlalu dini,” ujarnya.

Dalam sesi berikutnya, dr. Ari juga menerangkan perbedaan antara tumor jinak dan ganas. Ia menyebut bahwa tumor jinak umumnya dapat diselesaikan dengan operasi. Namun jika tumor muncul kembali, kemungkinan terdapat faktor risiko yang belum ditangani seperti stres atau pola hidup yang tidak sehat. Selain itu, benjolan yang muncul di area berbeda tidak selalu berarti tumor ganas, salah satunya dapat disebabkan oleh infeksi TBC yang menyerang organ selain paru, seperti kelenjar getah bening.

Mengakhiri seminar, dr. Ari mengingatkan peserta agar tidak panik berlebihan jika menemukan keluhan terkait payudara. “Jangan dibuat stres, tapi dibuat tenang. Penanganan yang tepat selalu dimulai dari ketenangan diri,” pesannya. (Diskominfo:okt / fa2 / IKP1)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *