Polres Magetan Adakan Tasyakuran Hari Bhayangkara ke 74

Dalam tasyakuran tersebut dihadiri Bupati Magetan, Forkopimda, tokoh masyarakat Kab. Magetan serta jajaran staf kepolisian Polres Kota Magetan yang diselenggarakan di Aula Pesat Gatra Polres Magetan, Rabu (1/7/2020).

Bupati Magetan Suprawoto menyampaikan bahwa pada awalnya polisi dibentuk untuk mengayomi masyarakat agar tercipta kehidupan yang damai, tertib, dan sejahtera. Seiring berjalannya waktu tidak hanya ada di dunia nyata namun ada dunia Maya yang perkembangannya jauh lebih cepat tanpa disadari pengaruh yang dihasilkan jauh lebih besar bagi kehidupan masyarakat khususnya di Kota Magetan.
Salah satu mengapa undang-undang ITE disahkan, dikarenakan dunia maya ini kedepannya akan sangat krusial dan membutuhkan ketertiban. “Oleh sebab itulah ini menjadi tantangan baru bagaimana cara kita menyikapi dunia maya,” tegasnya.

Inilah yang menjadi tantangan bagi pihak kepolisian untuk mensinergikan antara ketertiban di dunia nyata dengan dunia maya karena seperti yang kita tahu bahwa dunia nyata sangat terbatas untuk penyebarannya dan hal ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di dunia maya. Apa yang terjadi di dunia nyata bisa saja hilang dengan cepat namun berbeda dengan jejak digital yang akan terus abadi.

Karena adanya faktor tersebut, maka UU ITE memberikan hukuman jauh lebih berat bagi pelanggar dibandingkan kejahatan di dunia nyata. Hal ini juga menjadi perhatian khusus untuk kepolisian agar bisa memberikan hukuman bagi pelanggar di dunia maya namun tetap bisa memberikan rasa adil dalam memberikan hukuman untuk kasus didunia nyata.

Suprawoto menegaskan bahwa Kepolisian RI berhak mendapatkan apresiasi dengan adanya layanan dua arah berupa Public Relation dimana ada feedback yang bisa diberikan oleh masyarakat kepada aparat kepolisian. Ini menunjukkan bahwa Kepolisian Republik Indonesia bersifat adaptif dan peka terhadap perkembangan zaman.

  • Polres Magetan Adakan Tasyakuran Hari Bhayangkara ke 74